alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Berbekal Ketelatenan, Dian Asyik Berkreasi dengan Amigurumi

Boneka rajut alias amigurumi menarik perhatian Endri Dian Pramesti untuk berkreasi. Setelah mengalami banyak kegagalan, kini perempuan 34 tahun itu telah mahir membuat kerajinan khas Jepang tersebut. Bahkan, beberapa karyanya diminati warga luar negeri.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

TERHITUNG sejak 2017 Endri Dian Pramesti mulai berkreasi membuat amigurumi. Berawal saat melihat unggahan kerajinan khas Jepang itu di media sosial. Penasaran, dia pun lantas browsing di internet maupun mempelajari tutorial di YouTube.

Setelah merasa pengetahuannya mencukupi, Dian lantas menyiapkan alat-alatnya dan mulai mencoba membuat amigurumi. Kerap gagal tak mematahkan semangatnya untuk terus mencoba. ”Gagal berkali-kali. Kalau bahan-bahannya dikumpulkan, ada satu koper,” ungkapnya.

Kegigihan Dian akhirnya membuahkan hasil. Seiring waktu karyanya semakin sempurna. Bahkan, belakangan laku terjual. ‘’Pertama dibeli orang Kalimantan. Setelah itu, Sulawesi dan akhirnya tersebar mulai Pasuruan, Bandung, dan Jakarta,’’ ujarnya.

Yang membanggakan, tidak sedikit konsumen asal luar negeri seperti Malaysia, Jepang, dan Amerika Serikat yang meminati amigurumi karya Dian. ”Ada yang limited edition sesuai keinginan pemesan. Pernah ada yang minta dibikinkan karakter (mendiang) Freddie Mercury (vokalis Queen, Red). Ternyata yang pesan itu fannya,” imbuh Dian.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Cover Atlet Kota Madiun

Untuk menyelesaikan satu buah boneka rajut -karakter orang, hewan, tokoh kartun, dan sebagainya- Dian rata-rata membutuhkan waktu tiga hari. Namun, untuk ukuran kecil bisa diselesaikan hanya sejam. Sementara, harga dipatok bervariasi mulai Rp 15 ribu hingga Rp 600 ribu.

Selama ini, saat ke mana pun pergi Dian tak pernah ketinggalan membawa jarum rajut atau hakpen dan benang. Alasannya, ide yang bisa muncul sewaktu-waktu bisa langsung dieksekusi. ‘’Kalau kondisi tidak memungkinkan, saya buat sketsa dulu agar tidak lupa,” tutur warga Jalan Asahan, Kelurahan/Kecamatan Taman, itu. ‘’Yang jelas, membuat amigurumi kuncinya telaten, sabar, dan kreatif,” imbuhnya. * (isd/c1)

Boneka rajut alias amigurumi menarik perhatian Endri Dian Pramesti untuk berkreasi. Setelah mengalami banyak kegagalan, kini perempuan 34 tahun itu telah mahir membuat kerajinan khas Jepang tersebut. Bahkan, beberapa karyanya diminati warga luar negeri.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

TERHITUNG sejak 2017 Endri Dian Pramesti mulai berkreasi membuat amigurumi. Berawal saat melihat unggahan kerajinan khas Jepang itu di media sosial. Penasaran, dia pun lantas browsing di internet maupun mempelajari tutorial di YouTube.

Setelah merasa pengetahuannya mencukupi, Dian lantas menyiapkan alat-alatnya dan mulai mencoba membuat amigurumi. Kerap gagal tak mematahkan semangatnya untuk terus mencoba. ”Gagal berkali-kali. Kalau bahan-bahannya dikumpulkan, ada satu koper,” ungkapnya.

Kegigihan Dian akhirnya membuahkan hasil. Seiring waktu karyanya semakin sempurna. Bahkan, belakangan laku terjual. ‘’Pertama dibeli orang Kalimantan. Setelah itu, Sulawesi dan akhirnya tersebar mulai Pasuruan, Bandung, dan Jakarta,’’ ujarnya.

Yang membanggakan, tidak sedikit konsumen asal luar negeri seperti Malaysia, Jepang, dan Amerika Serikat yang meminati amigurumi karya Dian. ”Ada yang limited edition sesuai keinginan pemesan. Pernah ada yang minta dibikinkan karakter (mendiang) Freddie Mercury (vokalis Queen, Red). Ternyata yang pesan itu fannya,” imbuh Dian.

Baca Juga :  Sugeng Rahayu Tabrak Pohon, 4 Orang Luka

Untuk menyelesaikan satu buah boneka rajut -karakter orang, hewan, tokoh kartun, dan sebagainya- Dian rata-rata membutuhkan waktu tiga hari. Namun, untuk ukuran kecil bisa diselesaikan hanya sejam. Sementara, harga dipatok bervariasi mulai Rp 15 ribu hingga Rp 600 ribu.

Selama ini, saat ke mana pun pergi Dian tak pernah ketinggalan membawa jarum rajut atau hakpen dan benang. Alasannya, ide yang bisa muncul sewaktu-waktu bisa langsung dieksekusi. ‘’Kalau kondisi tidak memungkinkan, saya buat sketsa dulu agar tidak lupa,” tutur warga Jalan Asahan, Kelurahan/Kecamatan Taman, itu. ‘’Yang jelas, membuat amigurumi kuncinya telaten, sabar, dan kreatif,” imbuhnya. * (isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/