alexametrics
28.9 C
Madiun
Friday, July 1, 2022

Joko Supriadi Koleksi Ribuan Keris, Salah Satunya Peninggalan Empu Gandring

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan keris tertata rapi di galeri milik Joko Supriadi. Bentuk, ukuran, maupun model warangka-nya beragam. Semua benda pusaka tradisional itu tampak terawat dengan baik. ‘’Bicara soal keris adalah permainan rasa. Jika secara personal saya menikmati atau klop ya saya simpan,’’ kata Joko, kemarin (19/5).

Joko telah memiliki keris saat usianya baru menginjak 10 tahun. Berawal dari dua keris pemberian seseorang yang merawatnya sejak kecil. Namun, kala itu Joko kecil sekadar menyimpannya. Pun, saat beranjak dewasa dia belum tertarik mengoleksi keris.

Baru saat usianya 46 tahun, Joko menemukan chemistry kuat hingga mulai mengoleksi keris. Kini, di usianya yang telah menginjak 56 tahun, dia memiliki total 7.173 koleksi keris. ‘’Saat usia 36 tahun sebenarnya mulai mencoba beli keris. Tapi, belum ada niat menjadi kolektor,’’ kata pria yang kini berdomisili di Jakarta itu.

Baca Juga :  Kecintaan pada Matematika Bawa Dwi Yuhenny Tekuni Dunia Statistika

Bagi suami Dian Pranawati itu, seluruh keris koleksinya amat berharga. Namun,, ada beberapa yang sengaja tidak dipajang di galerinya. Salah satunya, keris brojol setengah jadi yang disebut-sebut peninggalan Empu Gandring. ‘’Itu dugaan saya. Belum ada konfirmasi atau bukti kuat bahwa itu benar benar peninggalan Empu Gandring. Tapi, jujur chemistry saya pada keris ini kuat,’’ ujarnya.

Meski memiliki ribuan koleksi keris, sejauh ini belum ada satupun dari ketiga anak Joko yang berminat mengoleksi keris seperti dirinya. ‘’Dari sembilan bersaudara juga hanya saya yang menyukai keris,’’ ungkapnya. ‘’Keris itu barang personal. Jadi, tidak bisa dipaksa (menyukai),’’ imbuhnya.

Joko meyakini di dalam keris hanya berisi doa. Bukan khodam seperti anggapan sebagian orang selama ini. ‘’Keris yang saya simpan selalu saya bersihkan dengan memanjatkan doa kepada Allah agar kembali pada fungsi awalnya,’’ tuturnya. *** (ggi/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan keris tertata rapi di galeri milik Joko Supriadi. Bentuk, ukuran, maupun model warangka-nya beragam. Semua benda pusaka tradisional itu tampak terawat dengan baik. ‘’Bicara soal keris adalah permainan rasa. Jika secara personal saya menikmati atau klop ya saya simpan,’’ kata Joko, kemarin (19/5).

Joko telah memiliki keris saat usianya baru menginjak 10 tahun. Berawal dari dua keris pemberian seseorang yang merawatnya sejak kecil. Namun, kala itu Joko kecil sekadar menyimpannya. Pun, saat beranjak dewasa dia belum tertarik mengoleksi keris.

Baru saat usianya 46 tahun, Joko menemukan chemistry kuat hingga mulai mengoleksi keris. Kini, di usianya yang telah menginjak 56 tahun, dia memiliki total 7.173 koleksi keris. ‘’Saat usia 36 tahun sebenarnya mulai mencoba beli keris. Tapi, belum ada niat menjadi kolektor,’’ kata pria yang kini berdomisili di Jakarta itu.

Baca Juga :  Tiga Pekan, Lima Warga Madiun Meninggal Direnggut Korona

Bagi suami Dian Pranawati itu, seluruh keris koleksinya amat berharga. Namun,, ada beberapa yang sengaja tidak dipajang di galerinya. Salah satunya, keris brojol setengah jadi yang disebut-sebut peninggalan Empu Gandring. ‘’Itu dugaan saya. Belum ada konfirmasi atau bukti kuat bahwa itu benar benar peninggalan Empu Gandring. Tapi, jujur chemistry saya pada keris ini kuat,’’ ujarnya.

Meski memiliki ribuan koleksi keris, sejauh ini belum ada satupun dari ketiga anak Joko yang berminat mengoleksi keris seperti dirinya. ‘’Dari sembilan bersaudara juga hanya saya yang menyukai keris,’’ ungkapnya. ‘’Keris itu barang personal. Jadi, tidak bisa dipaksa (menyukai),’’ imbuhnya.

Joko meyakini di dalam keris hanya berisi doa. Bukan khodam seperti anggapan sebagian orang selama ini. ‘’Keris yang saya simpan selalu saya bersihkan dengan memanjatkan doa kepada Allah agar kembali pada fungsi awalnya,’’ tuturnya. *** (ggi/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/