alexametrics
23.7 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Sedotan Bambu Buatan Fahmi Ali Mufti Diminati Pasar Luar Negeri

KEBONSARI, Jawa Pos Radar Madiun – Suara desing mesin terdengar nyaring saat memasuki tempat produksi sedotan bambu milik Fahmi Ali Mufti di Desa Kedondong, Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Dua pria tampak sedang mengampelas potongan bambu sepanjang 15 sentimeter. Sementara, dua orang lainnya fokus melakukan sterilisasi sedotan sebelum dikemas.

Sejak beberapa pekan terakhir Fahmi dan karyawannya harus lembur. Mereka ngebut menggarap order dari Turki. Tidak tanggung-tanggung, jumlah sedotan bambu yang dipesan mencapai ratusan ribu. ‘’Sambil menyelesaikan pesanan dari Turki, kami juga menyetok barang,’’ kata Fahmi, Selasa (22/2).

Ada dua perusahaan Turki yang order sedotan bambu buatan Fahmi. Masing-masing memesan 240 ribu dan 100 ribu batang. Sementara, dalam sehari pabriknya rata-rata memproduksi 2 ribu sedotan siap pakai. ‘’Untuk pasar lokal sudah ada pelanggan yang rutin memesan setiap sebulan,’’ ungkapnya.

Pesanan sedotan bambu sempat drop pada periode Juli-Desember 2020 bersamaan kasus Covid-19 yang sedang tinggi-tingginya. Namun, belakangan Fahmi mendapat pesanan 2 ribu sedotan bambu dari Malaysia. ‘’Itu pesanan pertama tanpa lewat vendor,’’ sebutnya. ‘’Saya juga pernah kirim ke Australia, Jepang, dan Prancis,’’ imbuhnya.

Sedotan bambu produksi Fahmi laris manis seiring meningkatnya kesadaran pengelola restoran menggunakan bahan yang ramah lingkungan. ‘’Produk saya juga ada di marketplace, satu sedotan hanya Rp 500. Tapi, minimal pembelian 100-150 pieces,’’ tutur alumnus UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, itu.

Baca Juga :  Shirley Margaretha Palilingan Fokus Sinetron Striping

Fahmi mulai memproduksi sedotan bambu pada 2019 lalu. Namun, perjalanan bisnisnya tidak mulus. Kali pertama membuat 5 ribu sedotan untuk ekspor ke luar negeri, hanya tiga batang yang dinilai sesuai standar. ‘’Sisanya dikembalikan,’’ kenang pria 26 tahun itu.

Beruntung, Fahmi masih diberi kesempatan memproduksi seribu sedotan lagi. Setelah disortir dengan teliti, akhirnya lolos kualifikasi dan dikirim ke Korea Selatan. Setelah itu, pesanan demi pesanan terus mengalir. Pun, kesuksesannya menarik perhatian tim kreatif talk show salah satu stasiun televisi nasional. ‘’Awal 2020 saya diundang jadi bintang tamu talk show-nya Deddy Corbuzier,’’ ujarnya.

Fahmi sangat menjaga kualitas sedotan bambunya. Bahan baku yang dipilih jenis bambu wuluh alias tamiang yang biasa digunakan untuk membuat alat musik suling. Selama ini Fahmi menggunakan bambu dari Desa Gemarang, Suluk, dan Segulung.

Bambu dipilih yang sudah tua. Sebelum diolah menjadi sedotan, terlebih dahulu bambu dijemur sampai berubah warna menjadi kekuningan. ‘’Setelah itu, dipotong sesuai permintaan pemesan. Biasanya panjang 12-26 sentimeter dan diameternya 7-12 milimeter,’’ sebutnya.

Jika sudah dipotong sesuai ukuran, bambu diampelas hingga halus. Lalu, ujungnya dirapikan sampai berwarna putih. Fahmi sengaja tidak menghilangkan serat di dalam sedotan bambu lantaran berfungsi menyaring kuman dari kotoran air. (mg7/isd/c1/her)

KEBONSARI, Jawa Pos Radar Madiun – Suara desing mesin terdengar nyaring saat memasuki tempat produksi sedotan bambu milik Fahmi Ali Mufti di Desa Kedondong, Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Dua pria tampak sedang mengampelas potongan bambu sepanjang 15 sentimeter. Sementara, dua orang lainnya fokus melakukan sterilisasi sedotan sebelum dikemas.

Sejak beberapa pekan terakhir Fahmi dan karyawannya harus lembur. Mereka ngebut menggarap order dari Turki. Tidak tanggung-tanggung, jumlah sedotan bambu yang dipesan mencapai ratusan ribu. ‘’Sambil menyelesaikan pesanan dari Turki, kami juga menyetok barang,’’ kata Fahmi, Selasa (22/2).

Ada dua perusahaan Turki yang order sedotan bambu buatan Fahmi. Masing-masing memesan 240 ribu dan 100 ribu batang. Sementara, dalam sehari pabriknya rata-rata memproduksi 2 ribu sedotan siap pakai. ‘’Untuk pasar lokal sudah ada pelanggan yang rutin memesan setiap sebulan,’’ ungkapnya.

Pesanan sedotan bambu sempat drop pada periode Juli-Desember 2020 bersamaan kasus Covid-19 yang sedang tinggi-tingginya. Namun, belakangan Fahmi mendapat pesanan 2 ribu sedotan bambu dari Malaysia. ‘’Itu pesanan pertama tanpa lewat vendor,’’ sebutnya. ‘’Saya juga pernah kirim ke Australia, Jepang, dan Prancis,’’ imbuhnya.

Sedotan bambu produksi Fahmi laris manis seiring meningkatnya kesadaran pengelola restoran menggunakan bahan yang ramah lingkungan. ‘’Produk saya juga ada di marketplace, satu sedotan hanya Rp 500. Tapi, minimal pembelian 100-150 pieces,’’ tutur alumnus UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, itu.

Baca Juga :  Usia 28 Tahun, Danang Wahyu Eko Putra Jadi Kades Termuda di Madiun

Fahmi mulai memproduksi sedotan bambu pada 2019 lalu. Namun, perjalanan bisnisnya tidak mulus. Kali pertama membuat 5 ribu sedotan untuk ekspor ke luar negeri, hanya tiga batang yang dinilai sesuai standar. ‘’Sisanya dikembalikan,’’ kenang pria 26 tahun itu.

Beruntung, Fahmi masih diberi kesempatan memproduksi seribu sedotan lagi. Setelah disortir dengan teliti, akhirnya lolos kualifikasi dan dikirim ke Korea Selatan. Setelah itu, pesanan demi pesanan terus mengalir. Pun, kesuksesannya menarik perhatian tim kreatif talk show salah satu stasiun televisi nasional. ‘’Awal 2020 saya diundang jadi bintang tamu talk show-nya Deddy Corbuzier,’’ ujarnya.

Fahmi sangat menjaga kualitas sedotan bambunya. Bahan baku yang dipilih jenis bambu wuluh alias tamiang yang biasa digunakan untuk membuat alat musik suling. Selama ini Fahmi menggunakan bambu dari Desa Gemarang, Suluk, dan Segulung.

Bambu dipilih yang sudah tua. Sebelum diolah menjadi sedotan, terlebih dahulu bambu dijemur sampai berubah warna menjadi kekuningan. ‘’Setelah itu, dipotong sesuai permintaan pemesan. Biasanya panjang 12-26 sentimeter dan diameternya 7-12 milimeter,’’ sebutnya.

Jika sudah dipotong sesuai ukuran, bambu diampelas hingga halus. Lalu, ujungnya dirapikan sampai berwarna putih. Fahmi sengaja tidak menghilangkan serat di dalam sedotan bambu lantaran berfungsi menyaring kuman dari kotoran air. (mg7/isd/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/