23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Intin Nurwati Olah Kentang Jadi Abon Renyah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pantang menyerah mengulik resep, Intin Nurwati kini menjadi produsen abon kentang sukses. Saat ini, dalam sebulan warga Desa Ngadirejo, Wonoasri, itu mampu membukukan omzet sekitar Rp 10 juta.

————–

SRENG….! Suara itu terdengar saat minyak panas bertemu potongan kentang yang ditaburkan seorang karyawan Intin Nurwati di penggorengan. Setelah itu, kentang dibolak-balik agar matang merata. Sementara, Intin tampak sibuk memindahkan abon sapi dan abon ayam ke wadah khusus. ‘’Kalau kentangnya sudah matang dan kering, nanti dicampur dengan abon ini,’’ kata Intin.

Sudah sejak 2015 warga Desa Ngadirejo, Wonoasri, itu menjadi perajin abon kentang. Pun, harus melewati serangkaian percobaan hingga menemukan cita rasa yang pas di lidah. ‘’Abon itu makanan serbaguna. Bisa dibuat lauk maupun camilan. Juga praktis, tahan lama, dan penyimpanannya fleksibel,’’ sebutnya.

Intin pantang memakai MSG maupun bahan pengawet pada olahan abon kentangnya. Selain itu, proses memasak menggunakan tungku kayu bakar agar aroma khasnya terjaga. ‘’Bedanya dengan abon biasa, ini (abon kentang, Red) renyah,’’ ujar perempuan 31 tahun itu.

Baca Juga :  25 Tahun Salman Alfaris Berkarir di Dunia Hukum, Pernah Tangani Perkara Narkotika Berujung Hukuman Mati

Selama ini Intin lebih mengandalkan pemasaran online. Selain itu, melalui reseller yang saat ini sudah tersebar hingga Sumatera dan Kalimantan. Pun, abon kentangnya sudah terpajang di berbagai outlet produk UMKM di Kota dan Kabupaten Madiun. ‘’Sering juga ikut pameran dan bazaar,’’ sebutnya.

Kini, dalam sebulan Intin mampu memroduksi sekitar 1.500 abon kentang sapi dan ayam dalam kemasan botol dengan berat isi 80 gram. Harganya dibanderol mulai Rp 10.000 hingga Rp 39.000 per bungkus.

Selain abon kentang, Intin juga menyediakan produk abon premium, keripik kentang, dan bawang goreng. ‘’Ke depan ingin bikin produk camilan lain yang masih berhubungan dengan abon,’’ kata alumnus Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) itu. (mg3/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pantang menyerah mengulik resep, Intin Nurwati kini menjadi produsen abon kentang sukses. Saat ini, dalam sebulan warga Desa Ngadirejo, Wonoasri, itu mampu membukukan omzet sekitar Rp 10 juta.

————–

SRENG….! Suara itu terdengar saat minyak panas bertemu potongan kentang yang ditaburkan seorang karyawan Intin Nurwati di penggorengan. Setelah itu, kentang dibolak-balik agar matang merata. Sementara, Intin tampak sibuk memindahkan abon sapi dan abon ayam ke wadah khusus. ‘’Kalau kentangnya sudah matang dan kering, nanti dicampur dengan abon ini,’’ kata Intin.

Sudah sejak 2015 warga Desa Ngadirejo, Wonoasri, itu menjadi perajin abon kentang. Pun, harus melewati serangkaian percobaan hingga menemukan cita rasa yang pas di lidah. ‘’Abon itu makanan serbaguna. Bisa dibuat lauk maupun camilan. Juga praktis, tahan lama, dan penyimpanannya fleksibel,’’ sebutnya.

Intin pantang memakai MSG maupun bahan pengawet pada olahan abon kentangnya. Selain itu, proses memasak menggunakan tungku kayu bakar agar aroma khasnya terjaga. ‘’Bedanya dengan abon biasa, ini (abon kentang, Red) renyah,’’ ujar perempuan 31 tahun itu.

Baca Juga :  Dari Hobi Musik, Hendrawan Kini Jadi Perajin Gitar

Selama ini Intin lebih mengandalkan pemasaran online. Selain itu, melalui reseller yang saat ini sudah tersebar hingga Sumatera dan Kalimantan. Pun, abon kentangnya sudah terpajang di berbagai outlet produk UMKM di Kota dan Kabupaten Madiun. ‘’Sering juga ikut pameran dan bazaar,’’ sebutnya.

Kini, dalam sebulan Intin mampu memroduksi sekitar 1.500 abon kentang sapi dan ayam dalam kemasan botol dengan berat isi 80 gram. Harganya dibanderol mulai Rp 10.000 hingga Rp 39.000 per bungkus.

Selain abon kentang, Intin juga menyediakan produk abon premium, keripik kentang, dan bawang goreng. ‘’Ke depan ingin bikin produk camilan lain yang masih berhubungan dengan abon,’’ kata alumnus Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) itu. (mg3/isd)

Most Read

Artikel Terbaru