alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Angkringan Sepi, Dwi Ganjar Chomir Banting Setir Tekuni Seni Lukis

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Jarum jam menunjukkan tepat pukul 21.00. Seketika Dwi Ganjar Chomir mengambil selembar kertas berukuran 60×50 sentimeter dan pensil. Beberapa saat berselang, bapak dua anak itu mulai menggambar. Sesekali dia menatap tajam goresannya, memastikan sudah sesuai keinginannya.

Goresan demi goresan di kertas gambarnya akhirnya memunculkan sosok Wali Kota Madiun Maidi mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) lengkap. ‘’Saya sengaja melukis pada malam hari hingga pagi karena sunyi sehingga bisa lebih fokus,’’ ujarnya kemarin (22/5).

Beberapa hari kemudian, lukisan tersebut dipajang pada bazar di kantor Kecamatan Taman dan laku terjual. Pembeli lukisan itu tak lain Maidi. ‘’Pak Wali tidak menawar. Langsung dibayar,’’ ungkap warga Kelurahan Manisrejo, Taman, yang akrab disapa Bang Com tersebut.

Sebenarnya Bang Com tidak berniat menjual lukisannya itu. Melainkan akan dihadiahkan secara cuma-cuma kepada wali kota. Namun, apa boleh buat, Maidi menginginkan membeli karyanya tersebut. ‘’Tapi, insya Allah saya punya karya lagi untuk Pak Wali dan Bu Wali. Masih rahasia,’’ ucap suami Arlia Herdiana itu.

Baca Juga :  Dari Kain Perca Tjatur Ambarwati Mendulang Rupiah

Sejak fokus menekuni seni lukis, Bang Com telah menghasilkan hampir seratus lukisan. Mulai gambar dengan objek manusia, fauna, hingga pemandangan kawasan kota. ‘’Mulai Rp 300 ribu sampai Rp 4 juta. Itu harga lukisan yang pernah laku. Harga disesuaikan ukuran dan tingkat kesulitan melukisnya,’’ sebutnya.

Keterampilan Bang Com melukis diperoleh secara otodidak. Sebelum menekuni seni lukis, dia bekerja di sebuah dealer sepeda motor. Setelah resign, pria itu membuka usaha angkringan. Namun, tidak lama berselang muncul wabah Covid-19. ‘’Jadi, usaha baru saya ini berjalan sekitar dua tahun,’’ tuturnya.

Pandemi itu pula yang mengakibatkan angkringannya sepi pengunjung hingga minim penghasilan. ‘’Lalu, ada teman yang nyeletuk, bisa menggambar kenapa tidak dijual?’’ kenangnya. ‘’Kemudian, saya mulai berpikir untuk menjual karya lukisan saya,’’ imbuhnya. *** (ggi/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Jarum jam menunjukkan tepat pukul 21.00. Seketika Dwi Ganjar Chomir mengambil selembar kertas berukuran 60×50 sentimeter dan pensil. Beberapa saat berselang, bapak dua anak itu mulai menggambar. Sesekali dia menatap tajam goresannya, memastikan sudah sesuai keinginannya.

Goresan demi goresan di kertas gambarnya akhirnya memunculkan sosok Wali Kota Madiun Maidi mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) lengkap. ‘’Saya sengaja melukis pada malam hari hingga pagi karena sunyi sehingga bisa lebih fokus,’’ ujarnya kemarin (22/5).

Beberapa hari kemudian, lukisan tersebut dipajang pada bazar di kantor Kecamatan Taman dan laku terjual. Pembeli lukisan itu tak lain Maidi. ‘’Pak Wali tidak menawar. Langsung dibayar,’’ ungkap warga Kelurahan Manisrejo, Taman, yang akrab disapa Bang Com tersebut.

Sebenarnya Bang Com tidak berniat menjual lukisannya itu. Melainkan akan dihadiahkan secara cuma-cuma kepada wali kota. Namun, apa boleh buat, Maidi menginginkan membeli karyanya tersebut. ‘’Tapi, insya Allah saya punya karya lagi untuk Pak Wali dan Bu Wali. Masih rahasia,’’ ucap suami Arlia Herdiana itu.

Baca Juga :  Agus Burhani dan Mimpinya Mencetak Banyak Hafiz Alquran

Sejak fokus menekuni seni lukis, Bang Com telah menghasilkan hampir seratus lukisan. Mulai gambar dengan objek manusia, fauna, hingga pemandangan kawasan kota. ‘’Mulai Rp 300 ribu sampai Rp 4 juta. Itu harga lukisan yang pernah laku. Harga disesuaikan ukuran dan tingkat kesulitan melukisnya,’’ sebutnya.

Keterampilan Bang Com melukis diperoleh secara otodidak. Sebelum menekuni seni lukis, dia bekerja di sebuah dealer sepeda motor. Setelah resign, pria itu membuka usaha angkringan. Namun, tidak lama berselang muncul wabah Covid-19. ‘’Jadi, usaha baru saya ini berjalan sekitar dua tahun,’’ tuturnya.

Pandemi itu pula yang mengakibatkan angkringannya sepi pengunjung hingga minim penghasilan. ‘’Lalu, ada teman yang nyeletuk, bisa menggambar kenapa tidak dijual?’’ kenangnya. ‘’Kemudian, saya mulai berpikir untuk menjual karya lukisan saya,’’ imbuhnya. *** (ggi/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/