27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Talas di Desa Melimpah, Nura Wardani Olah Jadi Getuk

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Ubi talas ternyata bisa diolah menjadi kudapan yang memanjakan lidah. Nura Wardani, warga Kelurahan Sogaten, Manguharjo, Kota Madiun, menyulap jenis tanaman itu menjadi getuk. Bagaimana proses pembuatannya?

————-

Puluhan ubi talas tampak terhampar di teras rumah Nura Wardani di Jalan Puspowarno, Kelurahan Sogaten, Manguharjo, Kota Madiun. Sementara, puluhan ubi sejenis lainnya masih terbungkus dalam karung beras. Beberapa saat berselang, si empunya rumah mengambilnya beberapa biji.

Kemudian, dia menuju dapur dan mengupas satu per satu talas yang baru saja diambilnya dari teras. Dalam waktu singkat, sebanyak lima kilogram talas pun terkupas. Lalu, talas dicuci dengan air yang mengalir hingga beberapa kali sampai tidak menyisakan lendir. ‘’Setelah ini dikukus selama satu jam,’’ ujarnya.

Setelah matang, talas lalu ditumbuk dan diberi campuran gula sebagai pemanis. Kemudian, dicetak dengan cetakan berbentuk bunga setelah sebelumnya ditaburi kelapa parut. ‘’Saya jualan getuk talas sejak 2014,’’ sebut perempuan 31 tahun itu.

Baca Juga :  Kimberly Kesulitan Warnai Baju, Kenzo Disambi Bermain

Ide Nura membuat getuk talas muncul tidak terlepas dari banyaknya jenis tanaman itu di desa asalnya, Kare, Kabupaten Madiun. Namun, selama ini sekadar diolah ala kadarnya. Pun, harga jual di pasaran terbilang rendah. ‘’Lalu, saya coba olah jadi getuk. Ternyata banyak yang bilang rasanya enak,’’ kenangnya.

Sejak itu, dia rutin memproduksi getuk talas dan menitipkannya ke sejumlah warung. Seiring berjalannya waktu, kudapan hasil kreasi Nura itu semakin dikenal. Kini, dalam sehari dia mampu menjual 50-100 getuk talas. Harga jualnya Rp 1.500 per biji.

‘’Karena ketahanannya tidak sampai sehari, saya bikinnya tidak terlalu banyak, kecuali kalau ada pesanan,’’ ujarnya sembari menyebutkan dirinya kini juga memproduksi keripik talas. *** (mg4/isd/c1)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Ubi talas ternyata bisa diolah menjadi kudapan yang memanjakan lidah. Nura Wardani, warga Kelurahan Sogaten, Manguharjo, Kota Madiun, menyulap jenis tanaman itu menjadi getuk. Bagaimana proses pembuatannya?

————-

Puluhan ubi talas tampak terhampar di teras rumah Nura Wardani di Jalan Puspowarno, Kelurahan Sogaten, Manguharjo, Kota Madiun. Sementara, puluhan ubi sejenis lainnya masih terbungkus dalam karung beras. Beberapa saat berselang, si empunya rumah mengambilnya beberapa biji.

Kemudian, dia menuju dapur dan mengupas satu per satu talas yang baru saja diambilnya dari teras. Dalam waktu singkat, sebanyak lima kilogram talas pun terkupas. Lalu, talas dicuci dengan air yang mengalir hingga beberapa kali sampai tidak menyisakan lendir. ‘’Setelah ini dikukus selama satu jam,’’ ujarnya.

Setelah matang, talas lalu ditumbuk dan diberi campuran gula sebagai pemanis. Kemudian, dicetak dengan cetakan berbentuk bunga setelah sebelumnya ditaburi kelapa parut. ‘’Saya jualan getuk talas sejak 2014,’’ sebut perempuan 31 tahun itu.

Baca Juga :  Sumbulan Sebuah Dusun di Ponorogo yang Hilang

Ide Nura membuat getuk talas muncul tidak terlepas dari banyaknya jenis tanaman itu di desa asalnya, Kare, Kabupaten Madiun. Namun, selama ini sekadar diolah ala kadarnya. Pun, harga jual di pasaran terbilang rendah. ‘’Lalu, saya coba olah jadi getuk. Ternyata banyak yang bilang rasanya enak,’’ kenangnya.

Sejak itu, dia rutin memproduksi getuk talas dan menitipkannya ke sejumlah warung. Seiring berjalannya waktu, kudapan hasil kreasi Nura itu semakin dikenal. Kini, dalam sehari dia mampu menjual 50-100 getuk talas. Harga jualnya Rp 1.500 per biji.

‘’Karena ketahanannya tidak sampai sehari, saya bikinnya tidak terlalu banyak, kecuali kalau ada pesanan,’’ ujarnya sembari menyebutkan dirinya kini juga memproduksi keripik talas. *** (mg4/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/