alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Indah Nanik Sumartini dan Suprapto, Pasutri yang Gemar Jamur Tiram

JIWAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan baglog jamur tiram menyesaki bangunan semipermanen di halaman belakang rumah Indah Nanik Sumartini. Tudung-tudung jamur menyembul dari media tanam berupa plastik bening itu. Sisa grajen kayu sengon menumpuk di sudut ruangan. ‘’Itu (grajen sengon, Red) bahan untuk buat baglog, ambil dari Boyolali,’’ kata Indah, Kamis (24/2).

Warga Desa Bibrik, Jiwan, itu memproduksi bibit jamur tiram. Grajen yang dipakai harus kayu sengon agar jamur tumbuh subur. Tiga orang dipekerjakan untuk meracik media tanam itu sehari-sehari. Produk banyak diminati pembeli luar daerah seperti Surabaya, Mojokerto, Tuban, dan Bali. Sekali kirim bisa ribuan baglog tergantung pesanan. ‘’Dulu, saya dan suami sendiri yang buat baglog,’’ ungkap Indah.

Indah menyandang status Bhayangkari sebelum suaminya purna dari Polri per Februari ini. Kendati demikian, dia tak gengsi menekuni usaha bibit jamur tiram sejak 2005. Berawal dari kenekatan Indah ikut pelatihan budi daya jamur tiram di Gresik kala itu. ‘’Sebenarnya hobi, pengin bisa nanam jamur dan dimakan sendiri karena saya dan suami suka,’’ ujar perempuan paro baya itu.

Baca Juga :  Gowes Keliling Pacitan Pakai Sepeda Unta

Seiring waktu, pintu rezeki yang lain terbuka. Tak hanya bibit, aneka kuliner jamur olahan Indah diminati banyak orang. Seperti keripik, botok, pepes, egg roll, bakso, krupuk, mi ayam, dan nugget. Bahkan, dia juga menjadikan jamur tiram sebagai topping es krim. ‘’Coba-coba, ternyata enak, laku juga,’’ tutur ibu dua anak itu.

Sejumlah sertifikat tertempel di dinding. Mulai perizinan usaha, sertifikasi halal, sampai penghargaan. Semua itu membuktikan bahwa berbagai kuliner itu mendapat tempat tersendiri bagi peminat olahan jamur di Madiun. Sebuah kedai pun kini berdiri sebagai tempat menjajakan aneka produknya. ‘’Ide membuat berbagai olahan itu muncul tiba-tiba karena saking banyaknya jamur, eman-eman,’’ ucapnya.

Hobi makan jamur pasangan suami istri ini membuahkan hasil manis. Setidaknya, Indah dapat membantu menambah pendapatan keluarga. Kendati demikian, dia geleng kepala saat ditanya berapa omzet yang didapat. ‘’Alhamdulillah, hasil dari jamur tiram ini cukup untuk kebutuhan sehari-hari,’’ pungkasnya. (tr2/den/c1/her)

JIWAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan baglog jamur tiram menyesaki bangunan semipermanen di halaman belakang rumah Indah Nanik Sumartini. Tudung-tudung jamur menyembul dari media tanam berupa plastik bening itu. Sisa grajen kayu sengon menumpuk di sudut ruangan. ‘’Itu (grajen sengon, Red) bahan untuk buat baglog, ambil dari Boyolali,’’ kata Indah, Kamis (24/2).

Warga Desa Bibrik, Jiwan, itu memproduksi bibit jamur tiram. Grajen yang dipakai harus kayu sengon agar jamur tumbuh subur. Tiga orang dipekerjakan untuk meracik media tanam itu sehari-sehari. Produk banyak diminati pembeli luar daerah seperti Surabaya, Mojokerto, Tuban, dan Bali. Sekali kirim bisa ribuan baglog tergantung pesanan. ‘’Dulu, saya dan suami sendiri yang buat baglog,’’ ungkap Indah.

Indah menyandang status Bhayangkari sebelum suaminya purna dari Polri per Februari ini. Kendati demikian, dia tak gengsi menekuni usaha bibit jamur tiram sejak 2005. Berawal dari kenekatan Indah ikut pelatihan budi daya jamur tiram di Gresik kala itu. ‘’Sebenarnya hobi, pengin bisa nanam jamur dan dimakan sendiri karena saya dan suami suka,’’ ujar perempuan paro baya itu.

Baca Juga :  Naik-Turun Tangga demi Adegan Romantis di Video Klip

Seiring waktu, pintu rezeki yang lain terbuka. Tak hanya bibit, aneka kuliner jamur olahan Indah diminati banyak orang. Seperti keripik, botok, pepes, egg roll, bakso, krupuk, mi ayam, dan nugget. Bahkan, dia juga menjadikan jamur tiram sebagai topping es krim. ‘’Coba-coba, ternyata enak, laku juga,’’ tutur ibu dua anak itu.

Sejumlah sertifikat tertempel di dinding. Mulai perizinan usaha, sertifikasi halal, sampai penghargaan. Semua itu membuktikan bahwa berbagai kuliner itu mendapat tempat tersendiri bagi peminat olahan jamur di Madiun. Sebuah kedai pun kini berdiri sebagai tempat menjajakan aneka produknya. ‘’Ide membuat berbagai olahan itu muncul tiba-tiba karena saking banyaknya jamur, eman-eman,’’ ucapnya.

Hobi makan jamur pasangan suami istri ini membuahkan hasil manis. Setidaknya, Indah dapat membantu menambah pendapatan keluarga. Kendati demikian, dia geleng kepala saat ditanya berapa omzet yang didapat. ‘’Alhamdulillah, hasil dari jamur tiram ini cukup untuk kebutuhan sehari-hari,’’ pungkasnya. (tr2/den/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/