27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Dari Dunia Fotografi, Bagus-Dwi Jadi Perajin Furnitur Hemat Ruang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Maraknya bangunan rumah dengan desain minimalis ditangkap Bagus Pratomo dan Dwi Budi Darmo sebagai peluang bisnis. Keduanya menekuni usaha furnitur hemat ruang menggunakan bahan high pressure laminates (HPL).

————–

Berbagai alat pertukangan tampak berserakan di sebuah ruangan setengah terbuka berukuran sekitar 6×6 meter itu. Sesekali serbuk kayu beterbangan saat angin cukup kencang berembus. Meski begitu, Bagus Pratomo seolah tak menghiraukannya.

Pagi itu, pria 37 tahun tersebut sedang membuat furnitur untuk pelengkap interior. Dia tidak sendirian. Melainkan didampingi seorang lelaki seumuran dengannya. ‘’Bikin usaha ini berdua dengan teman saya ini,’’ ujar Bagus sambil melirik Dwi Budi Darmo yang juga sedang beraktivitas di ruangan itu.

Bagus dan Dwi dulu menekuni profesi sebagai fotografer. Kemudian, pada 2018 keduanya mencoba peruntungan di industri furnitur. Awalnya Bagus-Dwi menggunakan bahan baku kayu jati Belanda. Namun, belakangan jenis kayu itu sulit dicari di pasaran.

Baca Juga :  Khanza Cantika Salsabila Sabet Juara I Lomba Pidato Pentas PAI Jatim

‘’Akhirnya beralih ke bahan HPL (high pressure laminates, Red). Apalagi, sekarang banyak rumah model minimalis sehingga cocok dengan perabotan yang hemat ruang,’’ ungkap Bagus.

Kini, keduanya juga melayani pesanan perabot hemat ruang dengan desain custom atau permintaan khusus. Harga yang dibanderol bervariasi mulai Rp 29.000 per item hingga Rp 2,2 juta per set, tergantung model, ukuran, dan bahan.

‘’Produk yang paling laku kitchen set resto dan displai untuk toko,’’ katanya. ‘’Ini sedang menggarap kitchen set pesanan wali kota,’’ imbuhnya. (mg3/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Maraknya bangunan rumah dengan desain minimalis ditangkap Bagus Pratomo dan Dwi Budi Darmo sebagai peluang bisnis. Keduanya menekuni usaha furnitur hemat ruang menggunakan bahan high pressure laminates (HPL).

————–

Berbagai alat pertukangan tampak berserakan di sebuah ruangan setengah terbuka berukuran sekitar 6×6 meter itu. Sesekali serbuk kayu beterbangan saat angin cukup kencang berembus. Meski begitu, Bagus Pratomo seolah tak menghiraukannya.

Pagi itu, pria 37 tahun tersebut sedang membuat furnitur untuk pelengkap interior. Dia tidak sendirian. Melainkan didampingi seorang lelaki seumuran dengannya. ‘’Bikin usaha ini berdua dengan teman saya ini,’’ ujar Bagus sambil melirik Dwi Budi Darmo yang juga sedang beraktivitas di ruangan itu.

Bagus dan Dwi dulu menekuni profesi sebagai fotografer. Kemudian, pada 2018 keduanya mencoba peruntungan di industri furnitur. Awalnya Bagus-Dwi menggunakan bahan baku kayu jati Belanda. Namun, belakangan jenis kayu itu sulit dicari di pasaran.

Baca Juga :  Yoen Ayomi, Desainer Kebaya Modern Asal Magetan

‘’Akhirnya beralih ke bahan HPL (high pressure laminates, Red). Apalagi, sekarang banyak rumah model minimalis sehingga cocok dengan perabotan yang hemat ruang,’’ ungkap Bagus.

Kini, keduanya juga melayani pesanan perabot hemat ruang dengan desain custom atau permintaan khusus. Harga yang dibanderol bervariasi mulai Rp 29.000 per item hingga Rp 2,2 juta per set, tergantung model, ukuran, dan bahan.

‘’Produk yang paling laku kitchen set resto dan displai untuk toko,’’ katanya. ‘’Ini sedang menggarap kitchen set pesanan wali kota,’’ imbuhnya. (mg3/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/