23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Ilona Dewi, Guru SLB yang Kerap Diundang Polisi Jadi JBI

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sudah sekitar tujuh tahun Ilona Dewi menjadi guru SLB. Selama itu pula, berbagai tantangan harus dihadapi perempuan itu. Di sisi lain, semangatnya meng-up grade kemampuan membawanya kerap diundang polisi jadi juru bahasa isyarat.

————-

TANGAN Ilona Dewi tampak memeragakan gerakan khusus. Di saat lain, itu dilakukan sembari bibirnya mengucapkan sesuatu dengan mimik tegas dan jelas. Pemandangan tersebut biasa dijumpai saat Ilona mengajar murid-muridnya di SLBN Karangrejo, Wungu. ‘’Saya mengajar kelas B untuk siswa tuna rungu-wicara. Jadi, komunikasinya pakai bahasa isyarat,’’ ujarnya.

Sudah tujuh tahun Ilona mengabdikan diri sebagai guru SLB. Kendati sudah mendapat banyak bekal selama kuliah di jurusan pendidikan luar biasa (PLB), di awal-awal mengajar Ilona sempat merasakan culture shock. ‘’Tapi tidak lama,’’ sebutnya.

Sejauh ini Ilona menguasai dua kategori bahasa isyarat. Yakni, sistem isyarat bahasa Indonesia (sibi) yang biasa digunakan di sekolah. Sedangkan di luar sekolah dia biasa mengombinasikan dengan bahasa isyarat Indonesia (bisindo).

Baca Juga :  Pilih Berhenti Sementara, Penjual Gorengan Nyentrik yang Videonya Viral

Butuh waktu bertahun-tahun bagi Ilona untuk bisa menguasai sibi maupun bisindo. Salah satu metode yang digunakan adalah menerjemahkan lirik lagu dalam bahasa isyarat. Berkat keahliannya itu pula dia beberapa kali diundang Polres Madiun dan pengadilan negeri untuk menjadi juru bahasa isyarat (JBI).

‘’Sempat gugup juga karena merupakan hal baru dan beda dengan yang biasa saya praktikkan ke siswa di sekolah. Saya pun masih terus berlatih dan belajar agar lebih menguasai lagi,’’ ujarnya.

Bagi Ilona, menjadi guru SLB butuh kesabaran dan ketelatenan ekstra. Pun, dia merasa bangga jika mengetahui anak didiknya menunjukkan perubahan yang bagus dengan usahanya sendiri. (mg3/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sudah sekitar tujuh tahun Ilona Dewi menjadi guru SLB. Selama itu pula, berbagai tantangan harus dihadapi perempuan itu. Di sisi lain, semangatnya meng-up grade kemampuan membawanya kerap diundang polisi jadi juru bahasa isyarat.

————-

TANGAN Ilona Dewi tampak memeragakan gerakan khusus. Di saat lain, itu dilakukan sembari bibirnya mengucapkan sesuatu dengan mimik tegas dan jelas. Pemandangan tersebut biasa dijumpai saat Ilona mengajar murid-muridnya di SLBN Karangrejo, Wungu. ‘’Saya mengajar kelas B untuk siswa tuna rungu-wicara. Jadi, komunikasinya pakai bahasa isyarat,’’ ujarnya.

Sudah tujuh tahun Ilona mengabdikan diri sebagai guru SLB. Kendati sudah mendapat banyak bekal selama kuliah di jurusan pendidikan luar biasa (PLB), di awal-awal mengajar Ilona sempat merasakan culture shock. ‘’Tapi tidak lama,’’ sebutnya.

Sejauh ini Ilona menguasai dua kategori bahasa isyarat. Yakni, sistem isyarat bahasa Indonesia (sibi) yang biasa digunakan di sekolah. Sedangkan di luar sekolah dia biasa mengombinasikan dengan bahasa isyarat Indonesia (bisindo).

Baca Juga :  Dari Kerupuk Telur Asin Kantong Erni Purnawati Semakin Tebal

Butuh waktu bertahun-tahun bagi Ilona untuk bisa menguasai sibi maupun bisindo. Salah satu metode yang digunakan adalah menerjemahkan lirik lagu dalam bahasa isyarat. Berkat keahliannya itu pula dia beberapa kali diundang Polres Madiun dan pengadilan negeri untuk menjadi juru bahasa isyarat (JBI).

‘’Sempat gugup juga karena merupakan hal baru dan beda dengan yang biasa saya praktikkan ke siswa di sekolah. Saya pun masih terus berlatih dan belajar agar lebih menguasai lagi,’’ ujarnya.

Bagi Ilona, menjadi guru SLB butuh kesabaran dan ketelatenan ekstra. Pun, dia merasa bangga jika mengetahui anak didiknya menunjukkan perubahan yang bagus dengan usahanya sendiri. (mg3/isd)

Most Read

Artikel Terbaru