Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Kompol Lilik Sulastri, Ingin Terus Bermanfaat bagi Warga

E
Penulis: Erlita H❯
Kapolsek Manguharjo Kompol Lilik Sulastri
Kapolsek Manguharjo Kompol Lilik Sulastri

Jawa Pos Radar Madiun – Lembut ketika berbicara, tegas saat bertugas. Begitulah keseharian Kompol Lilik Sulastri mengemban amanah sebagai Kapolsek Manguharjo.


Advertisement

“Semoga saya bisa terus bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya, Minggu (16/11).

Lilik tumbuh sebagai anak petani yang akrab dengan sawah sebelum berangkat sekolah.

Ia menyebut dirinya “krang desa”.

Advertisement

Pada 1987, seorang teman mengajaknya mendaftar sebagai anggota Polri.

Tanpa ekspektasi besar, ia mencoba—dan justru menjadi satu-satunya yang lolos.

Setelah diterima, Lilik mengikuti pendidikan Polri di Jakarta pada 1987–1988 sebagai lulusan angkatan ke-11.

Advertisement

Prinsip syukur selalu ia pegang. “Apa pun yang saya terima adalah anugerah. Yang penting bisa bermanfaat di mana pun berada,” tuturnya.

Karier Lilik terbilang panjang. Ia sudah menduduki tujuh jabatan kapolsek di berbagai wilayah.

Antara lain, PS Kapolsek Ponorogo, Kapolsek Karangjati, Kapolsek Ngawi Kota, Kapolsek Kedunggalar saat pembangunan jalan tol, Kapolsek Ponorogo Kota, Kapolsek Kartoharjo, hingga Kabag SDM dan Kabaklok Polres Pacitan.

Kini ia kembali mengemban amanah sebagai Kapolsek Manguharjo.

“Saya tidak mengira. Alhamdulillah. Saya hanya ingin bermanfaat di mana pun saya bertugas,” ungkapnya.

Di bawah kepemimpinannya, koordinasi menjadi napas utama pelayanan publik.

Lilik menekankan pentingnya sinergi antara anggota kepolisian, RT, tokoh masyarakat, hingga instansi lain.

“Saya tidak bisa berdiri sendiri. Harus komunikasi dan kolaborasi,” tegasnya. (err/her)

Advertisement

Artikel Terkait

Karhutla Ganggu Layanan Publik, Ombudsman RI Gelar Investigasi Lapangan dan Cek Problem Sistemik

Karhutla Ganggu Layanan Publik, Ombudsman RI Gelar Investigasi Lapangan dan Cek Problem Sistemik

Ombudsman RI menerjunkan tim khusus untuk menginvestigasi dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terhadap pelayanan publik di sembilan provinsi.

WBR Kota Madiun Bakal Berganti Nama Jadi Madiun Tuntas, Ini Konsep Barunya

WBR Kota Madiun Bakal Berganti Nama Jadi Madiun Tuntas, Ini Konsep Barunya

Pemkot Madiun menyiapkan perubahan WBR menjadi Madiun Tuntas pada 2027. Aduan warga ditarget selesai dalam 1 hingga 60 hari.

Polres Magetan Tegaskan Perang terhadap Pungli dan Calo, Warga Diminta Berani Melapor

Polres Magetan Tegaskan Perang terhadap Pungli dan Calo, Warga Diminta Berani Melapor

Polres Magetan membuka ruang pengaduan masyarakat terkait layanan SIM, SKCK, pungli, dan percaloan melalui Forum Konsultasi Publik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer