alexametrics
29.1 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Mega di Balik Sukses Tim Basket Putri Indonesia Raih Perak SEA Games 2021

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Begitu mendapat bola dari rekannya, Mega Nanda Perdana Putri langsung berusaha mendekati area pertahanan lawan. Sejumlah pemain lawan pun berupaya menghadangnya. Namun, dengan teknik dribble spin move yang ciamik, Mega berhasil meloloskan diri sebelum akhirnya menceploskan bola ke ring dengan mulus.

Pemandangan itu tersaji saat tim basket putri Indonesia bertanding melawan Singapura di partai terakhir SEA Games Vietnam 2021. Pada laga yang berlangsung di Thanh Tri Gymnasium itu, Indonesia berhasil membungkam lawannya dengan skor telak, 87-53.

Meski menang, tim basket putri Indonesia harus puas dengan medali perak. Sebab, Mega dkk kalah head-to-head dengan Filipina. ‘’Alhamdulillah kami bisa mengulang prestasi di SEA Games 2015 Singapura dengan medali perak. Pada SEA Games 2017 dan 2019 kami hanya dapat perunggu,’’ ujar Mega.

Bagi Mega, pada SEA Games kali ini pertandingan yang paling berkesan adalah saat timnya menghadapi Thailand. Bagaimana tidak, hingga kuarter ketiga timnya masih tertinggal 15 poin dari lawan. Namun, akhirnya berhasil comeback dan mengakhiri laga dengan skor 76-64. ‘’Itu paling seru dan bikin deg-degan,’’ kenang perempuan asal Kelurahan Mojorejo, Taman, tersebut.

Baca Juga :  Indah Nanik Sumartini dan Suprapto, Pasutri yang Gemar Jamur Tiram

Mega menekuni olahraga basket sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, dia sempat bergabung dengan klub Wilis Basketball Madiun. Kemampuan pebasket yang saat ini berusia 32 tahun itu semakin berkembang setelah pindah ke Surabaya saat dia kelas XI SMA. ‘’Saya dulu siswi SMPN 4 Kota Madiun. Lalu, melanjutkan ke SMAN 5. Tapi, sebelum lulus saya pindah,’’ katanya.

Kemampuan Mega semakin diperhitungkan setelah gabung klub Sahabat Surabaya sebelum akhirnya direkrut Surabaya Fever. Sejak itu, dia pun kerap menjajal kejuaraan tingkat regional maupun nasional. ‘’Pada 2015 saya ikut seleksi timnas dan alhamdulillah lolos,’’ sebut pemain berposisi shooting guard itu.

Tahun itu pula Mega untuk kali pertama merasakan atmosfer bertanding di SEA Games. Pada pesta olahraga se-Asia Tenggara yang berlangsung di Singapura kala itu tim Indonesia berhasil menyabet medali perak. ‘’Jelas bangga walaupun belum bisa meraih emas,’’ ucapnya. ‘’Semoga kembali dipanggil timnas dan bisa mendapatkan medali emas,’’ imbuh ibu satu anak itu. *** (ggi/isd/c1)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Begitu mendapat bola dari rekannya, Mega Nanda Perdana Putri langsung berusaha mendekati area pertahanan lawan. Sejumlah pemain lawan pun berupaya menghadangnya. Namun, dengan teknik dribble spin move yang ciamik, Mega berhasil meloloskan diri sebelum akhirnya menceploskan bola ke ring dengan mulus.

Pemandangan itu tersaji saat tim basket putri Indonesia bertanding melawan Singapura di partai terakhir SEA Games Vietnam 2021. Pada laga yang berlangsung di Thanh Tri Gymnasium itu, Indonesia berhasil membungkam lawannya dengan skor telak, 87-53.

Meski menang, tim basket putri Indonesia harus puas dengan medali perak. Sebab, Mega dkk kalah head-to-head dengan Filipina. ‘’Alhamdulillah kami bisa mengulang prestasi di SEA Games 2015 Singapura dengan medali perak. Pada SEA Games 2017 dan 2019 kami hanya dapat perunggu,’’ ujar Mega.

Bagi Mega, pada SEA Games kali ini pertandingan yang paling berkesan adalah saat timnya menghadapi Thailand. Bagaimana tidak, hingga kuarter ketiga timnya masih tertinggal 15 poin dari lawan. Namun, akhirnya berhasil comeback dan mengakhiri laga dengan skor 76-64. ‘’Itu paling seru dan bikin deg-degan,’’ kenang perempuan asal Kelurahan Mojorejo, Taman, tersebut.

Baca Juga :  Siapkan 15 Ton Migor, Pemkot Madiun Gelar Operasi Pasar Selama Sepekan

Mega menekuni olahraga basket sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, dia sempat bergabung dengan klub Wilis Basketball Madiun. Kemampuan pebasket yang saat ini berusia 32 tahun itu semakin berkembang setelah pindah ke Surabaya saat dia kelas XI SMA. ‘’Saya dulu siswi SMPN 4 Kota Madiun. Lalu, melanjutkan ke SMAN 5. Tapi, sebelum lulus saya pindah,’’ katanya.

Kemampuan Mega semakin diperhitungkan setelah gabung klub Sahabat Surabaya sebelum akhirnya direkrut Surabaya Fever. Sejak itu, dia pun kerap menjajal kejuaraan tingkat regional maupun nasional. ‘’Pada 2015 saya ikut seleksi timnas dan alhamdulillah lolos,’’ sebut pemain berposisi shooting guard itu.

Tahun itu pula Mega untuk kali pertama merasakan atmosfer bertanding di SEA Games. Pada pesta olahraga se-Asia Tenggara yang berlangsung di Singapura kala itu tim Indonesia berhasil menyabet medali perak. ‘’Jelas bangga walaupun belum bisa meraih emas,’’ ucapnya. ‘’Semoga kembali dipanggil timnas dan bisa mendapatkan medali emas,’’ imbuh ibu satu anak itu. *** (ggi/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/