alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

PPPSI Getol Ajak Masyarakat Jaga Pesona Pencak Silat

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Bagi Mochamad Zaenuri, setiap gerakan pencak silat mengandung filosofi tersendiri. Tak sekadar bagian dari teknik bertarung. Karena itu, sebagai warisan leluhur, Zaenuri bersama anggota Pelestari Perdamaian Pencak Silat Indonesia (PPPSI) mengajak masyarakat menjaga pesona budaya pencak silat. ‘’Unesco telah menetapkan pencak silat sebagai warisan budaya bukan benda,’’ ujarnya.

PPPSI berdiri pada 2010 dan sembilan tahun berselang resmi berbadan hukum. Misinya mengedukasi masyarakat dalam pelestarian budaya pencak silat. Selain itu, memberikan penyadaran pentingnya menjaga identitas budaya. ‘’Pencak silat itu identitas Madiun dan Indonesia, tapi saat ini minim pengembangan dari segi budayanya,’’ sebut pengurus PPPSI itu.

Saat ini PPPSI memiliki sekitar 70 ribu anggota. Salah satu misi besar mereka adalah membangun perdamaian antar perguruan pencak silat seluruh Indonesia. ‘’Kami berusaha semaksimal mungkin bagaimana menjaga kesatuan pencak silat, apa pun perguruannya,’’ kata Zaenuri.

Baca Juga :  Pramugari Kereta Api Dituntut Piawai Berkomunikasi

Komunitas yang memiliki basecamp di Jalan Margobawero itu juga bertugas menepis isu-isu negatif maupun provokatif yang berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan pencinta pencak silat. ‘’Banyak hoaks di medsos, kami harus gerak cepat mengklarifikasi informasi yang tidak benar,’’ tuturnya.

Selain itu, PPPSI tak henti-hentinya berupaya menumbuhkan kesadaran pemerintah dalam aspek pengembangan budaya pencak silat. Pun, bermimpi Madiun memiliki museum pencak silat, mengingat daerah ini merupakan bagian penting dari sejarah besar budaya pencak silat di tanah air. ‘’Kalau sulit membangun museum, paling tidak masuk program studi di sekolah untuk pelestariannya,’’ ujar Zaenuri. (mg4/isd/c1/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Bagi Mochamad Zaenuri, setiap gerakan pencak silat mengandung filosofi tersendiri. Tak sekadar bagian dari teknik bertarung. Karena itu, sebagai warisan leluhur, Zaenuri bersama anggota Pelestari Perdamaian Pencak Silat Indonesia (PPPSI) mengajak masyarakat menjaga pesona budaya pencak silat. ‘’Unesco telah menetapkan pencak silat sebagai warisan budaya bukan benda,’’ ujarnya.

PPPSI berdiri pada 2010 dan sembilan tahun berselang resmi berbadan hukum. Misinya mengedukasi masyarakat dalam pelestarian budaya pencak silat. Selain itu, memberikan penyadaran pentingnya menjaga identitas budaya. ‘’Pencak silat itu identitas Madiun dan Indonesia, tapi saat ini minim pengembangan dari segi budayanya,’’ sebut pengurus PPPSI itu.

Saat ini PPPSI memiliki sekitar 70 ribu anggota. Salah satu misi besar mereka adalah membangun perdamaian antar perguruan pencak silat seluruh Indonesia. ‘’Kami berusaha semaksimal mungkin bagaimana menjaga kesatuan pencak silat, apa pun perguruannya,’’ kata Zaenuri.

Baca Juga :  Lisa Getol Berkreasi Bikin Pernik Rajutan Antimainstream

Komunitas yang memiliki basecamp di Jalan Margobawero itu juga bertugas menepis isu-isu negatif maupun provokatif yang berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan pencinta pencak silat. ‘’Banyak hoaks di medsos, kami harus gerak cepat mengklarifikasi informasi yang tidak benar,’’ tuturnya.

Selain itu, PPPSI tak henti-hentinya berupaya menumbuhkan kesadaran pemerintah dalam aspek pengembangan budaya pencak silat. Pun, bermimpi Madiun memiliki museum pencak silat, mengingat daerah ini merupakan bagian penting dari sejarah besar budaya pencak silat di tanah air. ‘’Kalau sulit membangun museum, paling tidak masuk program studi di sekolah untuk pelestariannya,’’ ujar Zaenuri. (mg4/isd/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/