27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Eko Setyorini Ciptakan Aplikasi untuk Kebutuhan Konseling

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Didasari keprihatinan masih maraknya kasus bullying dan krisis percaya diri di kalangan pelajar, Eko Setyorini menciptakan aplikasi untuk keperluan konseling. Selain membantu siswa, aplikasi tersebut juga memudahkan guru dalam memantau perkembangan psikologis anak didiknya.

————-

Jarum jam menunjukkan pukul 07.30. Para siswa SMPN 1 Kota Madiun terlihat sedang mengikuti kegiatan belajar-mengajar di kelas masing-masing. Sementara, di ruang bimbingan konseling (BK), Eko Setyorini tampak sibuk membalas chat lewat smartphone miliknya. ‘’Ini ada siswa yang sedang konseling lewat aplikasi,’’ kata Eko.

Ya, Eko telah menciptakan dua aplikasi berbasis android untuk keperluan konsultasi pelajar. Yakni, Koin Star (Konseling Siswa Pendekar) dan Polisma (Pelayanan Online Konseling Siswa Madiun). Bermula dari keprihatinannya pada masih maraknya kasus bullying serta krisis percaya diri pada sejumlah pelajar. ‘’Itu saya ketahui dari hasil polling yang saya sebar,’’ sebutnya.

Warga Desa Sambirejo, Jiwan, Kabupaten Madiun, itu lantas menggandeng mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Pendekar hingga akhirnya pada 2021 berhasil merilis dua aplikasi sekaligus, yakni Koin Star dan Polisma.

Baca Juga :  Cerebral Palsy Tak Halangi Pipit Dwi Chandra Sari Jadi Sosok Produktif

Lewat aplikasi tersebut, para pelajar bisa melakukan konseling secara langsung dengan konselor. Selain itu, dapat mengikuti tes psikologi dengan hasil tes yang bisa diketahui saat itu juga. ‘’Juga menyediakan materi psikologi yang cukup lengkap,’’ ujarnya.

Aplikasi tersebut diharapkan memudahkan guru dalam memantau perkembangan psikologis anak didiknya. ‘’Selama ini anak-anak kalau konseling biasanya kan pakai WhatsApp atau Telegram. Tapi, sepertinya mereka kurang percaya diri. Adanya aplikasi ini sangat membantu,’’ beber guru BK SMPN 1 Kota Madiun itu.

Aplikasi untuk kebutuhan konseling tersebut sempat mengantar Eko meraih juara II lomba inovasi teknologi yang digelar Pemkab Madiun. Eko menyabet runnerup  kategori IV yakni inovasi bidang non-ekonomi. ‘’Aplikasinya masih terus kami kembangkan,’’ tuturnya sembari menyebutkan bahwa pengguna aplikasinya kini sudah mencapai 100 lebih. *** (isd/c1)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Didasari keprihatinan masih maraknya kasus bullying dan krisis percaya diri di kalangan pelajar, Eko Setyorini menciptakan aplikasi untuk keperluan konseling. Selain membantu siswa, aplikasi tersebut juga memudahkan guru dalam memantau perkembangan psikologis anak didiknya.

————-

Jarum jam menunjukkan pukul 07.30. Para siswa SMPN 1 Kota Madiun terlihat sedang mengikuti kegiatan belajar-mengajar di kelas masing-masing. Sementara, di ruang bimbingan konseling (BK), Eko Setyorini tampak sibuk membalas chat lewat smartphone miliknya. ‘’Ini ada siswa yang sedang konseling lewat aplikasi,’’ kata Eko.

Ya, Eko telah menciptakan dua aplikasi berbasis android untuk keperluan konsultasi pelajar. Yakni, Koin Star (Konseling Siswa Pendekar) dan Polisma (Pelayanan Online Konseling Siswa Madiun). Bermula dari keprihatinannya pada masih maraknya kasus bullying serta krisis percaya diri pada sejumlah pelajar. ‘’Itu saya ketahui dari hasil polling yang saya sebar,’’ sebutnya.

Warga Desa Sambirejo, Jiwan, Kabupaten Madiun, itu lantas menggandeng mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Pendekar hingga akhirnya pada 2021 berhasil merilis dua aplikasi sekaligus, yakni Koin Star dan Polisma.

Baca Juga :  Gadis Yatim Itu Dapat Hadiah Motor saat Ikut Mlaku Bareng Bupati

Lewat aplikasi tersebut, para pelajar bisa melakukan konseling secara langsung dengan konselor. Selain itu, dapat mengikuti tes psikologi dengan hasil tes yang bisa diketahui saat itu juga. ‘’Juga menyediakan materi psikologi yang cukup lengkap,’’ ujarnya.

Aplikasi tersebut diharapkan memudahkan guru dalam memantau perkembangan psikologis anak didiknya. ‘’Selama ini anak-anak kalau konseling biasanya kan pakai WhatsApp atau Telegram. Tapi, sepertinya mereka kurang percaya diri. Adanya aplikasi ini sangat membantu,’’ beber guru BK SMPN 1 Kota Madiun itu.

Aplikasi untuk kebutuhan konseling tersebut sempat mengantar Eko meraih juara II lomba inovasi teknologi yang digelar Pemkab Madiun. Eko menyabet runnerup  kategori IV yakni inovasi bidang non-ekonomi. ‘’Aplikasinya masih terus kami kembangkan,’’ tuturnya sembari menyebutkan bahwa pengguna aplikasinya kini sudah mencapai 100 lebih. *** (isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/