alexametrics
25.8 C
Madiun
Saturday, May 14, 2022

Gunawan Sudah Lebih dari Dua Dekade Tekuni Seni Custom Motor

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bengkel di Dusun Krajan, Kaibon, Geger, Kabupaten Madiun, itu dipenuhi motor yang kondisinya tidak utuh lagi. Bahkan, beberapa di antaranya menyisakan mesin dan sejumlah spare part. Sementara, di luar bengkel tampak sebuah Kawasaki Ninja 250 cc yang telah dimodif menjadi motor gede (moge). ‘’Sebentar lagi diambil,’’ kata Gunawan, sang modifikator sekaligus pemilik bengkel.

Gunawan menekuni seni custom motor sejak 1997 silam. Bermula dari kebiasaannya melihat ayahnya mengoprek kendaraan roda dua. Periode 2004-2010, pria 47 tahun itu lebih banyak menggarap order custom motor model sport. ‘’Mulai 2011, trennya berubah ke motor klasik,’’ ungkapnya.

Bagi Gunawan, memodifikasi motor klasik lebih sulit dibanding jenis konvensional. Sebab, dia dituntut mengikuti pakem motor tua. ‘’Restorasi itu lebih susah karena semua spare part harus sama dengan bawaan dari pabrik,’’ ujarnya sembari menyebutkan bahwa belakangan model Japstyle mulai ngetren.

Selain model Japstyle, Gunawan pernah menggarap motor chopper dan motor perang. Pernah pula dia membuat kerangka motor dengan mesin mobil minicup 500 cc. ‘’Saya bikin dulu desainnya, lalu dikonsultasikan dengan customer,’’ katanya.

Baca Juga :  Bangga Dipoles Pelatih Vokal Papan Atas Indra Aziz

Hingga kini sudah tak terhitung motor modif hasil tangan dingin Gunawan. Termasuk pesanan sejumlah pejabat pemerintahan. ‘’Kebanyakan yang ke sini tentara, polisi, dan belum lama ini saya dihubungi untuk memodif motor Kapolres,’’ ungkapnya.

Pelanggan bengkel modifikasi motor Gunawan tidak hanya warga lokal. Tak sedikit yang berasal dari luar daerah seperti Bandung dan Jakarta. Bahkan, luar pulau seperti Kalimantan dan Sulawesi. ‘’Saya bekerja sama dengan salah satu ekspedisi untuk mengirim motor ke luar Jawa,’’ ujar bapak empat anak itu. (mg7/isd/c1/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bengkel di Dusun Krajan, Kaibon, Geger, Kabupaten Madiun, itu dipenuhi motor yang kondisinya tidak utuh lagi. Bahkan, beberapa di antaranya menyisakan mesin dan sejumlah spare part. Sementara, di luar bengkel tampak sebuah Kawasaki Ninja 250 cc yang telah dimodif menjadi motor gede (moge). ‘’Sebentar lagi diambil,’’ kata Gunawan, sang modifikator sekaligus pemilik bengkel.

Gunawan menekuni seni custom motor sejak 1997 silam. Bermula dari kebiasaannya melihat ayahnya mengoprek kendaraan roda dua. Periode 2004-2010, pria 47 tahun itu lebih banyak menggarap order custom motor model sport. ‘’Mulai 2011, trennya berubah ke motor klasik,’’ ungkapnya.

Bagi Gunawan, memodifikasi motor klasik lebih sulit dibanding jenis konvensional. Sebab, dia dituntut mengikuti pakem motor tua. ‘’Restorasi itu lebih susah karena semua spare part harus sama dengan bawaan dari pabrik,’’ ujarnya sembari menyebutkan bahwa belakangan model Japstyle mulai ngetren.

Selain model Japstyle, Gunawan pernah menggarap motor chopper dan motor perang. Pernah pula dia membuat kerangka motor dengan mesin mobil minicup 500 cc. ‘’Saya bikin dulu desainnya, lalu dikonsultasikan dengan customer,’’ katanya.

Baca Juga :  Pengalaman Diah Ayu Siska Jadi Relawan Indonesia Mengajar di Kalimantan

Hingga kini sudah tak terhitung motor modif hasil tangan dingin Gunawan. Termasuk pesanan sejumlah pejabat pemerintahan. ‘’Kebanyakan yang ke sini tentara, polisi, dan belum lama ini saya dihubungi untuk memodif motor Kapolres,’’ ungkapnya.

Pelanggan bengkel modifikasi motor Gunawan tidak hanya warga lokal. Tak sedikit yang berasal dari luar daerah seperti Bandung dan Jakarta. Bahkan, luar pulau seperti Kalimantan dan Sulawesi. ‘’Saya bekerja sama dengan salah satu ekspedisi untuk mengirim motor ke luar Jawa,’’ ujar bapak empat anak itu. (mg7/isd/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/