alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Bantu Wujudkan Kota Ramah Anak, Eko Setyorini Rancang Poksima

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Jarum jam menunjukkan pukul 16.00. Eko Setyorini tampak sibuk membuka pesan yang masuk smartphone miliknya. Satu per satu pesan dibalas. Kemudian, dia meraih sebuah buku catatan. Guru bimbingan konseling (BK) SMPN 1 Kota Madiun itu lantas mencatat tugas, saran, dan permasalahan belajar anak didiknya.

Ada sebuah project yang sedang digarap Eko saat ini. Yakni, membuat aplikasi untuk memudahkan guru BK dan murid berinteraksi lebih intens. Namanya Poksima. Singkatan dari pojok konseling siswa Madiun. Aplikasi itu diyakini bisa ikut berkontribusi dalam mewujudkan Kota Madiun yang ramah anak. Jauh dari perundungan, kekerasan fisik dan seksual, maupun penyalahgunaan obat-obatan.

Baca Juga :  Tugas Pemerintah Giatkan Literasi Daerah

Lewat Poksima, perempuan 36 tahun itu berupaya memberikan ruang bagi pelajar dalam mengungkapkan persoalan yang dialami. Kendati demikian, privasi tetap terjaga lantaran identitas user disembunyikan.

Kelak aplikasi Poksima bakal terkoneksi dengan organisasi Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kota Madiun. Para pelajar bebas memilih guru BK atau konselor untuk mengungkapkan keluh kesahnya. ‘’Kalau ada permasalahan yang cukup berat pasti segera ditindaklanjuti,’’ ujarnya, Senin (31/1).

Saat ini Poksima masih dalam bentuk prototipe. Sayangnya, proses penyempurnaan kini terhenti akibat keterbatasan anggaran. Sebab, sejauh ini bujet pembuatan aplikasi tersebut ditanggung mandiri oleh Eko. ‘’Biayanya cukup besar,’’ sebut istri Ajar Putro Dewantoro itu. (mg4/isd/c1/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Jarum jam menunjukkan pukul 16.00. Eko Setyorini tampak sibuk membuka pesan yang masuk smartphone miliknya. Satu per satu pesan dibalas. Kemudian, dia meraih sebuah buku catatan. Guru bimbingan konseling (BK) SMPN 1 Kota Madiun itu lantas mencatat tugas, saran, dan permasalahan belajar anak didiknya.

Ada sebuah project yang sedang digarap Eko saat ini. Yakni, membuat aplikasi untuk memudahkan guru BK dan murid berinteraksi lebih intens. Namanya Poksima. Singkatan dari pojok konseling siswa Madiun. Aplikasi itu diyakini bisa ikut berkontribusi dalam mewujudkan Kota Madiun yang ramah anak. Jauh dari perundungan, kekerasan fisik dan seksual, maupun penyalahgunaan obat-obatan.

Baca Juga :  Cara Sutejo Bimbing Penulis Muda hingga Matang Berkarya

Lewat Poksima, perempuan 36 tahun itu berupaya memberikan ruang bagi pelajar dalam mengungkapkan persoalan yang dialami. Kendati demikian, privasi tetap terjaga lantaran identitas user disembunyikan.

Kelak aplikasi Poksima bakal terkoneksi dengan organisasi Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kota Madiun. Para pelajar bebas memilih guru BK atau konselor untuk mengungkapkan keluh kesahnya. ‘’Kalau ada permasalahan yang cukup berat pasti segera ditindaklanjuti,’’ ujarnya, Senin (31/1).

Saat ini Poksima masih dalam bentuk prototipe. Sayangnya, proses penyempurnaan kini terhenti akibat keterbatasan anggaran. Sebab, sejauh ini bujet pembuatan aplikasi tersebut ditanggung mandiri oleh Eko. ‘’Biayanya cukup besar,’’ sebut istri Ajar Putro Dewantoro itu. (mg4/isd/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/