Jawa Pos Radar Madiun - Provinsi Banten menjadi salah satu pusat penting penyebaran Islam di Nusantara. Sejak berdirinya Kesultanan Banten pada abad ke-16, wilayah ini berkembang sebagai pusat perdagangan sekaligus dakwah Islam di pesisir barat Jawa.
Wisata religi di Banten bukan hanya soal ziarah, tetapi juga perjalanan memahami sejarah perjuangan para sultan, ulama, hingga tokoh perlawanan terhadap kolonialisme.
Berikut 14 destinasi religi dan situs bersejarah di Banten yang layak masuk daftar perjalanan spiritual Anda.
1. Makam Syekh Muhammad Soleh – Gunung Santri, Serang
Syekh Muhammad Soleh dikenal sebagai murid Sunan Gunung Jati yang menyebarkan Islam di pesisir utara Banten.
Makamnya berada di Gunung Santri, Serang. Untuk mencapainya, peziarah harus mendaki jalur menanjak yang cukup terjal, namun suasana spiritual di puncaknya terasa khusyuk dan tenang.
2. Makam Syekh Asnawi – Pandeglang
Syekh Asnawi Caringin adalah ulama besar Banten yang pernah belajar di Mekkah dan dikenal aktif melawan kolonial Belanda.
Makamnya berada di kawasan Masjid Salafiyah Caringin, Pandeglang, dan menjadi salah satu tujuan ziarah utama.
3. Kompleks Pemakaman Kesultanan Banten – Serang
Kompleks ini berada di kawasan Banten Lama dan menjadi tempat dimakamkannya para sultan, termasuk Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Maulana Hasanuddin.
Kawasan ini merupakan pusat sejarah sekaligus destinasi ziarah paling ramai di Banten.
4. Makam Syekh Maulana Mansyuruddin – Pandeglang
Sultan Haji atau Syekh Maulana Mansyuruddin dikenal sebagai Sultan Banten ke-7. Makamnya berada di Desa Cikadueun, Pandeglang.
5. Kompleks Makam Sultan Maulana Yusuf – Serang
Sultan Maulana Yusuf memiliki peran besar dalam memperkuat pemerintahan dan ekonomi Banten. Kompleks makamnya menjadi lokasi ziarah penting di Serang.
6. Makam Sultan Maulana Hasanuddin – Banten Lama
Sebagai pendiri Kesultanan Banten dan putra Sunan Gunung Jati, Sultan Maulana Hasanuddin memiliki pengaruh besar dalam sejarah Islam Banten.
Makamnya berada di kawasan Masjid Agung Banten.
7. Masjid Luhur Tanara – Serang
Masjid Luhur Tanara merupakan peninggalan era awal Kesultanan Banten dengan arsitektur yang memiliki kemiripan dengan Masjid Agung Banten.
8. Batu Quran – Pandeglang
Batu Quran Cikoromoy adalah pemandian alami dengan batu bertuliskan ayat Al-Qur’an di dasar kolam. Destinasi ini memadukan wisata alam dan religi.
9. Makam Syekh Abdul Jabbar – Pandeglang
Syekh Abdul Jabbar dikenal sebagai ulama sekaligus panglima yang membantu penyebaran Islam di Banten.
Baca Juga: Sering Jadi Pertanyaan, Apakah Salat Tanpa Mukena Sah? Begini Penjelasan Hukumnya bagi Muslimah
10. Masjid Agung Banten – Serang
Masjid Agung Banten menjadi ikon wisata religi Banten. Arsitekturnya memadukan unsur Jawa, Tiongkok, dan Eropa, menjadikannya simbol akulturasi budaya.
11. Makam Buya Hustomi
Buya Hustomi merupakan pendiri Pondok Pesantren Al-Hidayah. Makamnya sering diziarahi para santri dan masyarakat umum.
12. Keraton Kaibon – Banten Lama
Keraton Kaibon dibangun pada 1815 sebagai kediaman Ratu Aisyah. Kini berupa reruntuhan akibat serangan VOC, namun tetap menjadi saksi sejarah.
13. Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama
Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama menjadi tempat terbaik mempelajari sejarah Kesultanan Banten dan pemugaran situs-situs bersejarah.
14. Keraton Surosowan – Serang
Keraton Surosowan adalah pusat pemerintahan Kesultanan Banten abad ke-16. Meski kini hanya tersisa reruntuhan, tempat ini tetap menyimpan jejak kejayaan masa lalu.
Tapak Tilas Islam Nusantara di Tanah Jawara
Wisata religi di Banten menghadirkan pengalaman yang memadukan spiritualitas dan edukasi sejarah. Dari makam para ulama hingga reruntuhan keraton megah, semuanya menjadi saksi penyebaran Islam dan perjuangan Kesultanan Banten.
Jika Anda ingin melakukan perjalanan spiritual sekaligus memahami sejarah Islam Nusantara secara lebih mendalam, Banten adalah destinasi yang kaya nilai religi, budaya, dan warisan peradaban. (fin)
Editor : AA Arsyadani