Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tantrum pada Anak: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasi Secara Tepat

E
Penulis: Elin Restiyani❯
Ilustrasi menangani anak yang sedang tantrum.
Ilustrasi menangani anak yang sedang tantrum.

Jawa Pos Radar Madiun – Tantrum merupakan ekspresi emosional anak yang bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti menangis keras, berguling di lantai, hingga melempar barang.


Advertisement

Kondisi ini umum terjadi pada anak usia 1–4 tahun, ketika kemampuan mereka untuk mengungkapkan keinginan dengan kata-kata belum berkembang sempurna.

Meski kerap membuat orang tua panik, tantrum tergolong wajar dalam tahap tumbuh kembang anak.

Namun, penting bagi orang tua memahami jenis-jenis tantrum agar bisa menanganinya secara tepat.

Advertisement

Jenis Tantrum pada Anak

1. Tantrum Manipulatif

Terjadi ketika anak sengaja menangis atau marah untuk mendapatkan keinginannya. Biasanya muncul setelah penolakan dari orang tua.

Advertisement

2. Tantrum Frustrasi

Muncul akibat anak merasa kesulitan mengekspresikan diri. Pemicunya antara lain kelelahan, kelaparan, stres, atau kegagalan dalam melakukan sesuatu.

3. Tantrum Putus Asa

Ditandai dengan sikap diam, kehilangan semangat, atau perasaan tidak berdaya. Biasanya terjadi karena tekanan emosional tinggi atau rasa takut yang tidak tersampaikan.

Cara Mengatasi Tantrum pada Anak

Menghadapi anak yang tantrum membutuhkan kesabaran dan pendekatan emosional yang lembut. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Berikan Pelukan

Pelukan lembut dapat membantu meredakan emosi anak dan membuat mereka merasa aman.

2. Temani Anak

Jangan biarkan anak merasa sendirian. Kehadiran orang tua membantu anak belajar mengelola emosi.

3. Alihkan Perhatian

Cobalah mengalihkan fokus anak dengan aktivitas menyenangkan seperti berjalan-jalan atau memberi makanan favorit.

4. Hindari Hukuman Fisik

Tindakan keras seperti memukul hanya akan menimbulkan trauma dan tidak menyelesaikan akar masalah.

5. Cari Tahu Penyebabnya

Setelah anak tenang, ajak berbicara dengan lembut untuk memahami penyebab tantrum.

Dalam beberapa kasus, tantrum bisa dipicu oleh separation anxiety atau rasa takut berpisah dari orang tua.

Dengan pendekatan sabar dan empatik, orang tua dapat membantu anak melewati fase tantrum tanpa kehilangan arah dalam tumbuh kembang emosinya. (eln)

Advertisement

Artikel Terkait

Sibuk Kerja dan Sering Senyum Belum Tentu Bebas dari Masalah Mental, Kenali Gejalanya

Sibuk Kerja dan Sering Senyum Belum Tentu Bebas dari Masalah Mental, Kenali Gejalanya

Seseorang yang terlihat produktif dan sering tersenyum belum tentu terbebas dari masalah kesehatan mental. Kenali tanda perubahannya menurut psikolog.

Jangan Abaikan Gejala Awal Batu Ginjal, Dokter Ingatkan Ancaman Cuci Darah

Jangan Abaikan Gejala Awal Batu Ginjal, Dokter Ingatkan Ancaman Cuci Darah

Dokter spesialis dari Bethsaida Hospital mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal batu ginjal yang berpotensi memicu gagal ginjal terminal.

Cakupan Vitamin A Balita di Kota Madiun Baru 30–40 Persen, Pemkot Target 100 Persen

Cakupan Vitamin A Balita di Kota Madiun Baru 30–40 Persen, Pemkot Target 100 Persen

Cakupan vitamin A balita di Kota Madiun baru 30–40 persen. Pemkot menargetkan 100 persen dengan penyisiran hingga akhir pekan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer