Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Racikan Teh Nasgitel Solo: Dari Versi Angkringan Asli sampai Varian Modern ala Kafe

D
Ilustrasi teh nasgitel Solo.
Ilustrasi teh nasgitel Solo.

Jawa Pos Radar Madiun - Teh Nasgitel merupakan ikon minuman khas Solo yang menghadirkan perpaduan panas (na), manis legit (sgit), dan kental (tel).


Advertisement

Meski sederhana, racikan teh ini memiliki banyak versi karena tiap angkringan, rumah tangga, hingga warung legendaris memiliki teknik seduh yang berbeda.

Dari yang klasik sampai versi modern, berikut ragam racikan Teh Nasgitel yang paling banyak ditemui di Solo.

1. Teh Nasgitel Klasik — Racikan Asli Ala Angkringan Solo

Advertisement

Ini adalah versi paling otentik dan dianggap sebagai dasar dari seluruh racikan Nasgitel.

Menggunakan teh lokal seperti Teh Lawu, Teh Dandang, atau Teh Jawa, teh diseduh dengan air mendidih agar rasa sepatnya keluar maksimal.

Biasanya menggunakan gula batu atau gula pasir dalam jumlah banyak, sehingga menghasilkan rasa manis legit yang tebal.

Advertisement

Karakter rasanya kuat, aromanya tajam, dan disajikan sangat panas.

2. Teh Nasgitel Gula Batu — Rasa Manis Lebih Halus

Versi ini banyak ditemui di rumah lama dan warung tradisional Solo.

Penggunaan gula batu membuat rasa manisnya lebih bersih dan tidak nyegrak.

Gula batu biasanya dipakai utuh atau ditumbuk kasar lalu diseduh dengan teh kental.

Hasil akhirnya memberikan sensasi manis lembut dengan aftertaste yang bersih.

3. Teh Nasgitel Extra Kental — Favorit Pecinta Rasa Sepat Kuat

Bagi penyuka teh “nendang”, versi ekstra kental adalah pilihan tepat.

Jumlah daun teh diperbanyak hingga dua kali lipat dan waktu seduh dipanjangkan.

Rasanya jauh lebih kental, sepat dominan, tetapi tetap manis karena gula tetap digunakan dalam jumlah banyak. Aromanya sangat kuat dan pekat.

4. Teh Nasgitel Aromatik — Dipadukan Jahe atau Rempah

Versi ini populer di angkringan modern dan kedai kekinian. Rasa teh yang kental diperkaya dengan jahe geprek, serai, atau pandan sehingga menghadirkan sensasi hangat dan wangi.

Racikan ini tetap mempertahankan karakter manis legit khas Nasgitel, tetapi aroma rempah membuatnya lebih segar dan menenangkan.

5. Teh Nasgitel Seduh Ulang (Refill) — Rasa Lebih Ringan tapi Tetap Manis

Banyak warung Solo menawarkan seduhan ulang setelah gelas pertama habis.

Ampas teh yang sudah diseduh kembali diberi air panas.

Rasanya lebih ringan dan tidak sepekat seduhan pertama, tetapi manis dan aromanya masih terasa.

Cocok bagi yang ingin menyesap teh tanpa rasa terlalu berat.

6. Teh Nasgitel Susu — Varian Modern ala Kafe Solo

Versi ini muncul di kafe-kafe di Solo yang memodifikasi Nasgitel klasik dengan tambahan susu evaporasi atau susu full cream.

Tehnya tetap kental dan manis dominan, tetapi teksturnya menjadi creamy. Rasa teh tetap kuat meski berpadu dengan susu.

7. Teh Nasgitel Es — Sensasi Segar dengan Rasa Tetap Nendang

Meski Teh Nasgitel identik dengan disajikan panas, versi es juga banyak penggemarnya.

Kuncinya, teh dibuat super kental dan super manis, lalu dituang ke gelas berisi es batu.

Rasanya tetap kuat dan aromanya tidak hilang meski disajikan dingin. Sangat menyegarkan saat cuaca panas. (cor)

Advertisement
Editor : Andi Chorniawan
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

Toyota Veloz Hybrid Iritnya Kebangetan, Konsumsi BBM Jogja-Solo Tembus 26,5 Km/Liter

Toyota Veloz Hybrid Iritnya Kebangetan, Konsumsi BBM Jogja-Solo Tembus 26,5 Km/Liter

Uji jalan Toyota Veloz Hybrid rute Jogja-Solo catatkan konsumsi BBM 26,5 km/liter! Simak ulasan performa, kenyamanan kabin, dan fitur canggihnya di sini.

Taman Ini Sudah Ada Sejak 1921 tapi Anak Muda Solo Tetap Pilih Ke Sini Setiap Akhir Pekan

Taman Ini Sudah Ada Sejak 1921 tapi Anak Muda Solo Tetap Pilih Ke Sini Setiap Akhir Pekan

Taman Balekambang Solo, warisan kerajaan sejak 1921 yang tetap jadi favorit keluarga hingga 2026. Suasana hijau tenang di tengah kota Solo yang makin modern.

Pasar Ini Buka 24 Jam dan Sudah Ada Sejak 1930, Tapi Isinya Jauh Lebih Menarik dari yang Kamu Bayangkan

Pasar Ini Buka 24 Jam dan Sudah Ada Sejak 1930, Tapi Isinya Jauh Lebih Menarik dari yang Kamu Bayangkan

Pasar Gede Hardjonagoro Solo, pasar bersejarah 1930 yang buka 24 jam. Wisata kuliner autentik dengan jajanan khas Solo dan arsitektur kolonial yang memukau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer