Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Pelajar Beralih ke iPhone Second, Benarkah Penjualan HP Android Mid-Range Lesu?

M
Penulis: Mizan Ahsani❯
ilustrasi pelajar paqkai hp
ilustrasi pelajar paqkai hp

Advertisement

Jawa Pos Radar Madiun - Pemandangan di berbagai pusat perbelanjaan elektronik lokal belakangan ini memperlihatkan pergeseran tren konsumen gawai yang cukup mencolok. Kalangan pelajar dan mahasiswa perlahan mulai meninggalkan etalase ponsel Android kelas menengah (mid-range) dan secara agresif mengalihkan buruannya pada unit iPhone second atau bekas.

Kondisi ini tak pelak memicu kelesuan pada angka penjualan HP Android mid-range di kisaran harga Rp 5 juta hingga Rp 8 jutaan. Padahal, pabrikan Android menawarkan spesifikasi di atas kertas yang sangat menggoda untuk perangkat baru, mulai dari baterai jumbo, RAM besar, hingga fast charging super cepat.

Advertisement

 Namun, daya tarik komponen perangkat keras tersebut rupanya belum mampu membendung pesona lini lawas Apple, khususnya seri iPhone 12 dan iPhone 13.

Ada beberapa faktor esensial yang mendasari pergeseran minat ini. Faktor pertama yang tak bisa dipungkiri adalah gengsi dan status sosial. Di lingkungan pergaulan Gen Z, logo "apel tergigit" dinilai mampu mendongkrak rasa percaya diri serta memberikan impresi gaya hidup premium.

Kendati demikian, alasan mereka tidak semata-mata soal FOMO (Fear of Missing Out). Dari kacamata teknis, spesifikasi flagship lawas besutan Apple nyatanya masih sangat mumpuni.

 Dapur pacu seperti chipset A14 Bionic pada iPhone 12 maupun A15 Bionic di iPhone 13 terbukti masih sangat bertenaga dan efisien untuk melibas berbagai aplikasi serta game kekinian di tahun 2026.

Alasan krusial lainnya terletak pada sektor kamera. Optimalisasi perangkat lunak iOS terhadap algoritma aplikasi media sosial seperti Instagram dan TikTok masih jauh lebih superior dibandingkan mayoritas Android mid-range. Kemampuan perekaman video yang stabil, halus, dan true-to-life menjadi fitur wajib bagi pelajar dan mahasiswa yang saat ini didominasi oleh kreator konten visual.

Ditambah dengan jaminan pembaruan software yang panjang serta harga purnajual (resale value) yang jauh lebih tahan banting, tren ini diprediksi akan terus berlanjut.

 Bagi kalangan pelajar, menebus iPhone bekas kini dipandang sebagai investasi gawai yang jauh lebih logis dan menguntungkan ketimbang "membakar" uang untuk membeli ponsel Android mid-range dalam kondisi segel.(*)

Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Advertisement
Editor : Mizan Ahsani
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

Apple Siapkan Layar Lebih Besar untuk iPhone Edisi Spesial 20 Tahun, Ditargetkan Meluncur 2027

Apple Siapkan Layar Lebih Besar untuk iPhone Edisi Spesial 20 Tahun, Ditargetkan Meluncur 2027

Apple dikabarkan menguji layar baru untuk iPhone edisi 20 tahun yang meluncur pada 2027. Simak bocoran ukuran layar dan fitur premiumnya.

Berapa Lama iPhone Bisa Mendapat Update iOS? Ini Jawaban Apple di 2026

Berapa Lama iPhone Bisa Mendapat Update iOS? Ini Jawaban Apple di 2026

Mengetahui seberapa lama dukungan pembaruan perangkat lunak (iOS) untuk iPhone Anda sebelum memutuskan untuk membeli seri terbaru di tahun ini.

Jangan Buru-Buru Ganti iPhone, Perhatikan Siklus Baterai dan Perangkat Fisiknya

Jangan Buru-Buru Ganti iPhone, Perhatikan Siklus Baterai dan Perangkat Fisiknya

Menurunnya kapasitas baterai merupakan faktor utama penggantian iPhone. Simak ulasan mengenai durabilitas perangkat keras dan siklus baterai iPhone terbaru.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer