alexametrics
24.2 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Tukang Gendam Dibekuk usai Bawa Kabur Motor Warga Magetan

PONOROGO – Lamuri, warga Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, kembali harus meringkuk dalam jeruji besi untuk kali ketiga. Kali ini pria 53 tahun yang setiap harinya berjualan ikan tersebut berurusan dengan polisi karena terlibat kasus penggelapan dan penipuan.

Korbannya adalah Suyatno, warga Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, Magetan. Dia mengaku sepeda motornya dipinjam pelaku dan tak pernah kembali. Kejadiannya pada 28 Agustus sekitar pukul 15.00 di area parkir  RSUD dr Harjono. ‘’Saya seperti terhipnotis. Kunci motor sepeda, saya berikan begitu saja kepada pelaku,’’ kata Suyatno.

Dia baru sadar kena tipu begitu sepeda motornya tidak kunjung kembali setelah ditunggu hingga larut malam. Suyatno sempat berusaha menghubungi korban, namun nomornya sudah tidak aktif hingga akhirnya melapor ke polisi. ‘’Saya seperti digendam,’’ ujar Suyatno.

Baca Juga :  Diduga karena Masalah Asmara, Pelajar SMK Bunuh Diri dengan Menenggak Potas

Kanit Reskrim Polsek Ponorogo Ipda Rosyid Effendi mengatakan, awalnya petugas memburu Lamuri di Tulungagung. Tapi, hasilnya nihil. Dari keterangan keluarga, pelaku didapati bekerja di Nganjuk. ‘’Pelaku kami tangkap saat bekerja di sekitar RS Bhayangkara Nganjuk,’’ terangnya. (her/c1/rif)

 

PONOROGO – Lamuri, warga Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, kembali harus meringkuk dalam jeruji besi untuk kali ketiga. Kali ini pria 53 tahun yang setiap harinya berjualan ikan tersebut berurusan dengan polisi karena terlibat kasus penggelapan dan penipuan.

Korbannya adalah Suyatno, warga Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, Magetan. Dia mengaku sepeda motornya dipinjam pelaku dan tak pernah kembali. Kejadiannya pada 28 Agustus sekitar pukul 15.00 di area parkir  RSUD dr Harjono. ‘’Saya seperti terhipnotis. Kunci motor sepeda, saya berikan begitu saja kepada pelaku,’’ kata Suyatno.

Dia baru sadar kena tipu begitu sepeda motornya tidak kunjung kembali setelah ditunggu hingga larut malam. Suyatno sempat berusaha menghubungi korban, namun nomornya sudah tidak aktif hingga akhirnya melapor ke polisi. ‘’Saya seperti digendam,’’ ujar Suyatno.

Baca Juga :  Honorer Protes Syarat Seleksi CPNS

Kanit Reskrim Polsek Ponorogo Ipda Rosyid Effendi mengatakan, awalnya petugas memburu Lamuri di Tulungagung. Tapi, hasilnya nihil. Dari keterangan keluarga, pelaku didapati bekerja di Nganjuk. ‘’Pelaku kami tangkap saat bekerja di sekitar RS Bhayangkara Nganjuk,’’ terangnya. (her/c1/rif)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/