alexametrics
23.1 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Kejari Mulai Periksa Saksi Tipikor PUAP

PACITAN  – Perlahan tapi pasti, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan terus bergerak mengusut perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam program usaha agribisnis pedesaan (PUAP). Sejumlah anggota gabungan kelompok tani (gapoktan) di Desa Mangunharjo, Arjosari, Pacitan, telah diperiksa sebagai saksi. ‘’Sudah dua atau tiga orang saksi. Kemarin kami panggil lagi empat orang,’’ kata Kepala Kejari Pacitan Adji Ariono kemarin (17/9).

Hanya, Adji menyebut untuk menentukan kerugian negara dari dugaan penyelewangan dana bantuan PUAP masih terlalu dini. Menurut dia, masih butuh sejumlah pemeriksaan saksi lainnya. Jika sudah cukup alat bukti, pemeriksaan dihentikan. Mereka yang bakal diperiksa adalah anggota gapoktan hingga sejumlah pihak yang terlibat dalam pencairan dana bantuan PUAP. ‘’Kami targetkan selesai pekan ini. Paling lama Senin depan,’’ janjinya.

Untuk mengejar target, pihaknya melakukan jemput bola. Terutama jika saksi mangkir dari panggilan. Dalam pemeriksaan tersebut, tim penyidik mencari tahu penyaluran dana bantuan PUAP tersebut sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) atau tidak. Keterangan tersebut saling dikonfrontasi antarsaksi. ‘’Kelompok tani bagaimana, gapoktan bagaimana, pengurus bagaimana, terima atau tidak,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Diterjang Angin Kencang, Warung di Watukarung Roboh

Menurut dia, kekhawatiran justru pada pengumpulan alat bukti selain keterangan saksi. Yakni, berkas penyaluran dana bantuan PUAP. Jika kehilangan berkas, harus dilakukan dengan penelusuran dan pencarian. ‘’Alat bukti tidak hanya keterangan saksi, tapi surat-surat penting. Kalau hilang celaka kita. Tapi kami akan tetap telusuri,’’ tegasnya.

Perkara dugaan penyelewengan dana bantuan PUAP tersebut bisa menjadi bola liar bagi sejumlah gapoktan di desa-desa lain. Pasalnya, dana bantuan PUAP disalurkan kepada 171 gapoktan di Kabupaten Pacitan. ‘’Ada kemungkinan pola yang sama digunakan gapoktan lainnya. Tapi, semoga saja tidak,’’ ucapnya. (odi/c1/sat)

PACITAN  – Perlahan tapi pasti, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan terus bergerak mengusut perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam program usaha agribisnis pedesaan (PUAP). Sejumlah anggota gabungan kelompok tani (gapoktan) di Desa Mangunharjo, Arjosari, Pacitan, telah diperiksa sebagai saksi. ‘’Sudah dua atau tiga orang saksi. Kemarin kami panggil lagi empat orang,’’ kata Kepala Kejari Pacitan Adji Ariono kemarin (17/9).

Hanya, Adji menyebut untuk menentukan kerugian negara dari dugaan penyelewangan dana bantuan PUAP masih terlalu dini. Menurut dia, masih butuh sejumlah pemeriksaan saksi lainnya. Jika sudah cukup alat bukti, pemeriksaan dihentikan. Mereka yang bakal diperiksa adalah anggota gapoktan hingga sejumlah pihak yang terlibat dalam pencairan dana bantuan PUAP. ‘’Kami targetkan selesai pekan ini. Paling lama Senin depan,’’ janjinya.

Untuk mengejar target, pihaknya melakukan jemput bola. Terutama jika saksi mangkir dari panggilan. Dalam pemeriksaan tersebut, tim penyidik mencari tahu penyaluran dana bantuan PUAP tersebut sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) atau tidak. Keterangan tersebut saling dikonfrontasi antarsaksi. ‘’Kelompok tani bagaimana, gapoktan bagaimana, pengurus bagaimana, terima atau tidak,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Proyek Jalur Alternatif Pacitan-Solo Macet

Menurut dia, kekhawatiran justru pada pengumpulan alat bukti selain keterangan saksi. Yakni, berkas penyaluran dana bantuan PUAP. Jika kehilangan berkas, harus dilakukan dengan penelusuran dan pencarian. ‘’Alat bukti tidak hanya keterangan saksi, tapi surat-surat penting. Kalau hilang celaka kita. Tapi kami akan tetap telusuri,’’ tegasnya.

Perkara dugaan penyelewengan dana bantuan PUAP tersebut bisa menjadi bola liar bagi sejumlah gapoktan di desa-desa lain. Pasalnya, dana bantuan PUAP disalurkan kepada 171 gapoktan di Kabupaten Pacitan. ‘’Ada kemungkinan pola yang sama digunakan gapoktan lainnya. Tapi, semoga saja tidak,’’ ucapnya. (odi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/