alexametrics
29.2 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Sekda Belum Tentukan Sikap soal Dua PNS Tersangkut Kasus Korupsi

MAGETAN – Sikap pemkab masih adem ayem. Kesannya, pemkab tak ambil pusing dengan pengusutan dugaan korupsi pada pekerjaan kebersihan di Pasar Sayur Magetan. Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan Bambang Trianto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih belum mengambil langkah terhadap dua pegawai negeri sipil (PNS) yang menjadi tersangka pada dugaan korupsi tersebut. ’’Nanti akan kami proses lebih lanjut. Ada tahapannya,’’ ujarnya.

Merujuk pada PP 11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, pemberhentian sementara itu baru dapat dilakukan jika yang bersangkutan ditahan. Sehingga keduanya berhalangan hadir sementara. Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka sejak Mei lalu, penyidik Polres Magetan tidak menahan kedua PNS tersebut. Sehingga mereka masih bisa merasakan udara bebas dan bekerja di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. Tersangka Dad masih berkantor di dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) dan EP di dinas lingkungan hidup (DLH).

Secara resmi, Bambang mengaku belum menerima pemberitahuan pelimpahan berkas itu dari penyidik kepada kejaksaan. Sehingga, pihaknya tidak memiliki dasar untuk menindak kedua anak buahnya itu. Dia memilih menunggu surat pemberitahuan resmi itu dari aparat penegak hukum (APH) untuk dijadikan barang bukti penindakan. ’’Secara resmi, pelimpahan itu belum ada laporan masuk. Kalau ada akan diproses,’’ terangnya.

Baca Juga :  Belasan PKL Nekat Gunakan Trotoar Depan Stadion Yosonegoro

Kendati prosesnya terus berjalan, Bambang menjamin hal itu tidak memengaruhi kinerja DLH. Biarpun OPD itu hingga kini juga masih kosong dan dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Agung Lewis diminta Bambang untuk bertanggung jawab penuh terhadap kinerja DLH. Terutama pada pekerjaan program kali bersih (prokasih) dan composting yang kini menjadi program saluran terbuka (salter) tersebut. ’’Di sana sudah ada yang bertanggung jawab, serahkan saja kepada Plt,’’ tegasnya.

Sebelumnya, pihak Sat Reskrim Polres Magetan melimpahkan berkas perkara ketiga tersangka dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp 309.484.237,39 itu kepada Kejari Kabupaten Magetan. Pihak kejaksaan yang menerima limpahan berkas itu pun membutuhkan waktu setidaknya hingga 14 hari administrasi untuk meneliti berkasnya. Sehingga, mereka bisa mengambil sikap terhadap berkas ketiga tersangka, yakni Dad, EP, dan direktur CV AM. ’’Berkas akan kami teliti terlebih dahulu,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Magetan Andi Ermawan. (bel/c1/ota)

 

MAGETAN – Sikap pemkab masih adem ayem. Kesannya, pemkab tak ambil pusing dengan pengusutan dugaan korupsi pada pekerjaan kebersihan di Pasar Sayur Magetan. Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan Bambang Trianto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih belum mengambil langkah terhadap dua pegawai negeri sipil (PNS) yang menjadi tersangka pada dugaan korupsi tersebut. ’’Nanti akan kami proses lebih lanjut. Ada tahapannya,’’ ujarnya.

Merujuk pada PP 11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, pemberhentian sementara itu baru dapat dilakukan jika yang bersangkutan ditahan. Sehingga keduanya berhalangan hadir sementara. Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka sejak Mei lalu, penyidik Polres Magetan tidak menahan kedua PNS tersebut. Sehingga mereka masih bisa merasakan udara bebas dan bekerja di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. Tersangka Dad masih berkantor di dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) dan EP di dinas lingkungan hidup (DLH).

Secara resmi, Bambang mengaku belum menerima pemberitahuan pelimpahan berkas itu dari penyidik kepada kejaksaan. Sehingga, pihaknya tidak memiliki dasar untuk menindak kedua anak buahnya itu. Dia memilih menunggu surat pemberitahuan resmi itu dari aparat penegak hukum (APH) untuk dijadikan barang bukti penindakan. ’’Secara resmi, pelimpahan itu belum ada laporan masuk. Kalau ada akan diproses,’’ terangnya.

Baca Juga :  Penyedia Jasa Pijat Warung Malang Cukup Dibina Tanpa Tipiring

Kendati prosesnya terus berjalan, Bambang menjamin hal itu tidak memengaruhi kinerja DLH. Biarpun OPD itu hingga kini juga masih kosong dan dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Agung Lewis diminta Bambang untuk bertanggung jawab penuh terhadap kinerja DLH. Terutama pada pekerjaan program kali bersih (prokasih) dan composting yang kini menjadi program saluran terbuka (salter) tersebut. ’’Di sana sudah ada yang bertanggung jawab, serahkan saja kepada Plt,’’ tegasnya.

Sebelumnya, pihak Sat Reskrim Polres Magetan melimpahkan berkas perkara ketiga tersangka dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp 309.484.237,39 itu kepada Kejari Kabupaten Magetan. Pihak kejaksaan yang menerima limpahan berkas itu pun membutuhkan waktu setidaknya hingga 14 hari administrasi untuk meneliti berkasnya. Sehingga, mereka bisa mengambil sikap terhadap berkas ketiga tersangka, yakni Dad, EP, dan direktur CV AM. ’’Berkas akan kami teliti terlebih dahulu,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Magetan Andi Ermawan. (bel/c1/ota)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/