alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Kadindikpora Magetan: Libatkan Warga Sekitar Bantu Jaga Sekolah

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Keamanan di sekolah-sekolah diakui lemah oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan Suwata. Buktinya, usai pihaknya menerbitkan surat imbauan untuk meningkatkan keamanan di sekolah pertengahan November lalu, malah terjadi enam kali kasus curat di enam SD negeri. ‘’Kendalanya, penjagaan di sekolah tidak 24 jam,’’ ujarnya, Kamis (9/12).

Suwata mengungkapkan, penjaga sekolah umumnya memang kurang optimal dalam bertugas. Rata-rata mereka tidak mampu menjaga selama 24 jam penuh. Sebab, hanya diupah seadanya sesuai kemampuan sekolah. ‘’Tidak ada penjaga sekolah berstatus PNS,’’ sebutnya.

Longgarnya penjagaan menjadi celah komplotan curat beraksi. Ketika sudah mengetahui jam-jam sekolah sepi, mereka dengan mudah membobol sekolah dan menguras barang berharga. ‘’Kami mengimbau sekolah memberdayakan warga sekitar untuk membantu menjaga keamanan lembaga masing-masing,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kang Woto: Pasien Baru Covid-19 di Magetan Adalah Warga Luar Daerah

Diakui Suwata, kamera closed-circuit television (CCTV) tak kalah penting dalam meningkatkan keamanan. Namun, anggaran yang dimiliki sekolah dan dindikpora terbatas. Jika memang diharuskan, pihaknya baru bisa mengusulkan pengadaan CCTV pada 2023 mendatang. ‘’Karena itu, saat ini yang lebih memungkinkan adalah menggandeng warga di lingkungan sekitar untuk ikut menjaga sekolah,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Keamanan di sekolah-sekolah diakui lemah oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan Suwata. Buktinya, usai pihaknya menerbitkan surat imbauan untuk meningkatkan keamanan di sekolah pertengahan November lalu, malah terjadi enam kali kasus curat di enam SD negeri. ‘’Kendalanya, penjagaan di sekolah tidak 24 jam,’’ ujarnya, Kamis (9/12).

Suwata mengungkapkan, penjaga sekolah umumnya memang kurang optimal dalam bertugas. Rata-rata mereka tidak mampu menjaga selama 24 jam penuh. Sebab, hanya diupah seadanya sesuai kemampuan sekolah. ‘’Tidak ada penjaga sekolah berstatus PNS,’’ sebutnya.

Longgarnya penjagaan menjadi celah komplotan curat beraksi. Ketika sudah mengetahui jam-jam sekolah sepi, mereka dengan mudah membobol sekolah dan menguras barang berharga. ‘’Kami mengimbau sekolah memberdayakan warga sekitar untuk membantu menjaga keamanan lembaga masing-masing,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Terdampak Pelebaran Jalan, Rumah Kompos DLH Magetan Kena Gusur

Diakui Suwata, kamera closed-circuit television (CCTV) tak kalah penting dalam meningkatkan keamanan. Namun, anggaran yang dimiliki sekolah dan dindikpora terbatas. Jika memang diharuskan, pihaknya baru bisa mengusulkan pengadaan CCTV pada 2023 mendatang. ‘’Karena itu, saat ini yang lebih memungkinkan adalah menggandeng warga di lingkungan sekitar untuk ikut menjaga sekolah,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/