alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 14, 2022

Polisi Akui Telah Kantongi Identitas Pelaku Pembobolan SD di Magetan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pekerjaan rumah (PR) Satreskrim Polres Magetan di pengujung tahun ini masih tersisa satu. Yakni, mengungkap serangkaian kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar enam SDN di Magetan. ‘’Kuat dugaan dilakukan oleh komplotan spesialis,’’ kata Kasatreskrim Polres Magetan Iptu Rudy Hidajanto, Kamis (9/12).

Keenam SDN itu SDN Pendem di Ngariboyo (22/11). Selanjutnya SDN 1-2 Sugihrejo dan SDN Selorejo di Kawedanan pada hari yang sama (27/11). Pun dengan SDN Nitikan dan SDN Bulurejo di Plaosan (28/11). Terakhir SDN 2 Krajan di Parang (6/12).

Polisi mulai menemukan benang merah dari keenam aksi curat tersebut. Pertama, barang yang dicari adalah elektronik serta uang tunai. Kedua, tempat yang dituju selalu ruang guru maupun ruang kepala sekolah. ‘’Masuk ke sekolah dengan cara mencongkel paksa pintu atau jendela,’’ beber Rudy.

Baca Juga :  Pemkab Magetan Naikkan Target PAD 2022 Rp 2 Miliar

Komplotan tersebut ditengarai beraksi menggunakan sepeda motor. Sekolah yang akan disasar juga telah disurvei sebelumnya. ‘’Apakah berkaitan dengan kelompok yang sebelumnya pernah beraksi di sekitar Madiun Raya, akan kami dalami lagi,’’ ujarnya.

Pihaknya sudah mengantongi identitas para terduga pelaku curat di enam SDN tersebut. Sejauh ini sudah ada tiga orang yang dicurigai. ‘’Kami sudah punya gambaran pelakunya. Tinggal menambah satu alat bukti lagi yang berhubungan dengan tiga terduga pelaku,’’ ungkap Rudy sembari mendorong pemkab mengevaluasi sistem keamanan di sekolah yang dinilainya masih kurang optimal. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pekerjaan rumah (PR) Satreskrim Polres Magetan di pengujung tahun ini masih tersisa satu. Yakni, mengungkap serangkaian kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar enam SDN di Magetan. ‘’Kuat dugaan dilakukan oleh komplotan spesialis,’’ kata Kasatreskrim Polres Magetan Iptu Rudy Hidajanto, Kamis (9/12).

Keenam SDN itu SDN Pendem di Ngariboyo (22/11). Selanjutnya SDN 1-2 Sugihrejo dan SDN Selorejo di Kawedanan pada hari yang sama (27/11). Pun dengan SDN Nitikan dan SDN Bulurejo di Plaosan (28/11). Terakhir SDN 2 Krajan di Parang (6/12).

Polisi mulai menemukan benang merah dari keenam aksi curat tersebut. Pertama, barang yang dicari adalah elektronik serta uang tunai. Kedua, tempat yang dituju selalu ruang guru maupun ruang kepala sekolah. ‘’Masuk ke sekolah dengan cara mencongkel paksa pintu atau jendela,’’ beber Rudy.

Baca Juga :  Waspada Kejahatan di Tempat Wisata saat Libur Lebaran

Komplotan tersebut ditengarai beraksi menggunakan sepeda motor. Sekolah yang akan disasar juga telah disurvei sebelumnya. ‘’Apakah berkaitan dengan kelompok yang sebelumnya pernah beraksi di sekitar Madiun Raya, akan kami dalami lagi,’’ ujarnya.

Pihaknya sudah mengantongi identitas para terduga pelaku curat di enam SDN tersebut. Sejauh ini sudah ada tiga orang yang dicurigai. ‘’Kami sudah punya gambaran pelakunya. Tinggal menambah satu alat bukti lagi yang berhubungan dengan tiga terduga pelaku,’’ ungkap Rudy sembari mendorong pemkab mengevaluasi sistem keamanan di sekolah yang dinilainya masih kurang optimal. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/