alexametrics
23.6 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Aksi Dua Maling Masih Belia Ini Akhirnya Dibekuk Polisi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Aksi panjang tangan Wahyu Pujianto, 21, warga Desa/Kecamatan Parang, dengan Nan, 16, warga Desa Pragak, Parang, akhirnya terhenti. Polisi berhasil membekuk kedua pemuda yang diketahui sudah mencuri sebanyak lima kali itu. Penangkapan berawal laporan pemilik toko buah di Desa Tamanarum, Parang, yang kehilangan uang Rp 550 ribu, Selasa lalu (7/1). ‘’Hasil pemeriksaan, keduanya sering mencuri,’’ kata Kapolsek Parang AKP Bayu Nirbaya Bhakti dalam pers rilis Selasa (14/1).

Wahyu pernah ketahuan mencuri uang di toko tempatnya bekerja. Namun, perbuatannya tidak dilaporkan ke polisi, melainkan dipecat oleh bosnya. Sedangkan, Nan sering mencuri uang milik tetangga dan kerabatnya. Dalam kasus pencurian toko buah Tamanarum, pencuri cilik itu dikembalikan ke orang tua. Selain masih di bawah umur, jumlah uang curian tidak terlalu besar. ‘’Kalau pelaku satunya ditahan,’’ ujarnya.

Bayu mengungkapkan, kedua pelaku ditangkap pada waktu dan lokasi berbeda. Anak buahnya kali pertama meringkus Wahyu di rumahnya beberapa hari usai menerima laporan. Ikut diamankan barang bukti (BB) uang tunai Rp 124 ribu sisa pencurian. Dari mulut Wahyu, terungkap kalau aksinya dibantu Nan. ‘’Kami lakukan pengembangan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Tiga Pekan, Dua Petani Tewas dalam Sumur

Polisi menyebar jejaring informasi hingga akhirnya mengetahui bahwa Nan kabur. Pelaku sempat dua kali ke Surabaya. Pertama, setelah mengetahui polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di toko buah. Kedua, ketika menyadari bahwa polisi mencari keberadaannya di lingkungan tempat tinggalnya. ‘’Pelaku kami tangkap di rumahnya,’’ beber kapolsek.

Bayu menerangkan, aksi pencurian Wahyu dan Nan dilakukan pukul 22.00. Keduanya masuk toko dengan cara mencongkel gembok pintu belakang. Sebelum akhirnya mengambil uang di laci meja kasir. Pihaknya menduga pelaku telah mempelajari ruangan toko itu. ‘’Hanya uang yang diambil, tanpa mengacak–acak toko,’’ terangnya.

Pencurian baru diketahui pegawai toko keesokan paginya. Pintu belakang dalam posisi terbuka dan gemboknya rusak. Curiga disatroni maling, pegawai itu mengecek uang di dalam laci meja. ‘’Karena semua uang hilang, akhirnya melapor ke kami,’’ katanya. (fat/c1/cor)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Aksi panjang tangan Wahyu Pujianto, 21, warga Desa/Kecamatan Parang, dengan Nan, 16, warga Desa Pragak, Parang, akhirnya terhenti. Polisi berhasil membekuk kedua pemuda yang diketahui sudah mencuri sebanyak lima kali itu. Penangkapan berawal laporan pemilik toko buah di Desa Tamanarum, Parang, yang kehilangan uang Rp 550 ribu, Selasa lalu (7/1). ‘’Hasil pemeriksaan, keduanya sering mencuri,’’ kata Kapolsek Parang AKP Bayu Nirbaya Bhakti dalam pers rilis Selasa (14/1).

Wahyu pernah ketahuan mencuri uang di toko tempatnya bekerja. Namun, perbuatannya tidak dilaporkan ke polisi, melainkan dipecat oleh bosnya. Sedangkan, Nan sering mencuri uang milik tetangga dan kerabatnya. Dalam kasus pencurian toko buah Tamanarum, pencuri cilik itu dikembalikan ke orang tua. Selain masih di bawah umur, jumlah uang curian tidak terlalu besar. ‘’Kalau pelaku satunya ditahan,’’ ujarnya.

Bayu mengungkapkan, kedua pelaku ditangkap pada waktu dan lokasi berbeda. Anak buahnya kali pertama meringkus Wahyu di rumahnya beberapa hari usai menerima laporan. Ikut diamankan barang bukti (BB) uang tunai Rp 124 ribu sisa pencurian. Dari mulut Wahyu, terungkap kalau aksinya dibantu Nan. ‘’Kami lakukan pengembangan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Siswa di Kota Madiun Kembali Masuk Sekolah Juli, Guru Harus di-Rapid Test

Polisi menyebar jejaring informasi hingga akhirnya mengetahui bahwa Nan kabur. Pelaku sempat dua kali ke Surabaya. Pertama, setelah mengetahui polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di toko buah. Kedua, ketika menyadari bahwa polisi mencari keberadaannya di lingkungan tempat tinggalnya. ‘’Pelaku kami tangkap di rumahnya,’’ beber kapolsek.

Bayu menerangkan, aksi pencurian Wahyu dan Nan dilakukan pukul 22.00. Keduanya masuk toko dengan cara mencongkel gembok pintu belakang. Sebelum akhirnya mengambil uang di laci meja kasir. Pihaknya menduga pelaku telah mempelajari ruangan toko itu. ‘’Hanya uang yang diambil, tanpa mengacak–acak toko,’’ terangnya.

Pencurian baru diketahui pegawai toko keesokan paginya. Pintu belakang dalam posisi terbuka dan gemboknya rusak. Curiga disatroni maling, pegawai itu mengecek uang di dalam laci meja. ‘’Karena semua uang hilang, akhirnya melapor ke kami,’’ katanya. (fat/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/