alexametrics
26.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Pasutri Pengedar Sabu-Sabu Lintas Kota Diciduk Polisi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Zaenal Abidin, 29, dan Yuanita, 29, harus mengarungi bahtera rumah tangga di penjara. Setelah diciduk polisi ketika hendak mengedarkan sabu-sabu (SS) di wilayah Madiun. Bahkan bisa dalam waktu lama. Karena ancaman hukuman bagi pasangan suami istri (pasutri) asal Kelurahan Kupang Krajan, Sawahan, Surabaya, itu maksimal 20 tahun penjara. ‘’Kami jerat pasal 112, 114, dan 132 Undang-Undang (UU) 35/2009 tentang Narkotika,’’ kata Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono Jumat (17/1).

Ruruh membeberkan, Zaenal dan Yuanita ditangkap sesaat setelah keluar dari gerbang tol (GT) Madiun, Oktober tahun lalu. Mobil Nissan nopol B 122 ADI  yang dikendarai keduanya dihentikan. Hasil penggeledahan, ditemukan lima gram SS. Barang haram itu didapatkan dengan sistem ranjau di sekitaran SPBU Bungurasih, Sidoarjo. ‘’Sudah kami pantau sejak lama,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Hak Pilih 16 Ribu Orang Terancam Hilang

Hasil pemeriksaan, tersangka menyebut pangsa pasar di wilayah Madiun lebih menjanjikan. Peluang memperoleh untung lebih besar dibandingkan mengedarkan di Surabaya. ‘’Pekerjaan sehari-hari serabutan. Pengakuannya, untuk membayar utang,’’ kata Kasatresnarkoba Polres Madiun AKP Agung Darmawan.

Agung menerangkan, lilitan utang yang membuat pasutri –yang juga pemakai– itu terjerumus ke dunia narkotika. Pihaknya mengendus utang itu adalah utang kepada bandar. ‘’Mungkin semacam balas budi. Karena saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, tidak ditemukan BB lain,’’ jelasnya. (den/c1/cor)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Zaenal Abidin, 29, dan Yuanita, 29, harus mengarungi bahtera rumah tangga di penjara. Setelah diciduk polisi ketika hendak mengedarkan sabu-sabu (SS) di wilayah Madiun. Bahkan bisa dalam waktu lama. Karena ancaman hukuman bagi pasangan suami istri (pasutri) asal Kelurahan Kupang Krajan, Sawahan, Surabaya, itu maksimal 20 tahun penjara. ‘’Kami jerat pasal 112, 114, dan 132 Undang-Undang (UU) 35/2009 tentang Narkotika,’’ kata Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono Jumat (17/1).

Ruruh membeberkan, Zaenal dan Yuanita ditangkap sesaat setelah keluar dari gerbang tol (GT) Madiun, Oktober tahun lalu. Mobil Nissan nopol B 122 ADI  yang dikendarai keduanya dihentikan. Hasil penggeledahan, ditemukan lima gram SS. Barang haram itu didapatkan dengan sistem ranjau di sekitaran SPBU Bungurasih, Sidoarjo. ‘’Sudah kami pantau sejak lama,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Produk Kerajinan Rajut Yuni Sulistyowati Laris Manis

Hasil pemeriksaan, tersangka menyebut pangsa pasar di wilayah Madiun lebih menjanjikan. Peluang memperoleh untung lebih besar dibandingkan mengedarkan di Surabaya. ‘’Pekerjaan sehari-hari serabutan. Pengakuannya, untuk membayar utang,’’ kata Kasatresnarkoba Polres Madiun AKP Agung Darmawan.

Agung menerangkan, lilitan utang yang membuat pasutri –yang juga pemakai– itu terjerumus ke dunia narkotika. Pihaknya mengendus utang itu adalah utang kepada bandar. ‘’Mungkin semacam balas budi. Karena saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, tidak ditemukan BB lain,’’ jelasnya. (den/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/