alexametrics
23.2 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Pria Asal Majalengka Cetak Uang Palsu Senilai Rp 84 Juta

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Nandang Iskandar terlalu kreatif. Terimpit ekonomi, pria 35 tahun asal Majalengka, Jawa Barat, itu nekat mencetak uang. Hanya bermodalkan printer scan serta kertas HVS biasa, dia nekat menggandakan pecahan Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu.

Aksinya terendus Polres Pacitan 27 Oktober silam. Ketika Budi Santoso, 21, membeli dan menggunakan uang buatan Nandang. Uang palsu (upal) senilai Rp 1,675 juta itu digunakan membeli handphone milik Aksal Haris, warga Glinggangan, Pringkuku. ‘’Transaksinya tengah malam sehingga korban baru menyadari pagi harinya. Korban lalu melapor ke polsek,’’ kata Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono, Jumat (24/12).

Seketika itu, Budi langsung diamankan. Dari tangannya, petugas mendapati upal senilai Rp 2,5 juta. Transaksi upal dilakukan via media sosial. ‘’Kami langsung lakukan pengejaran dan mengamankan tersangka utama di rumahnya,’’ ujar Kapolres.

Baca Juga :  Bingung Ongkos Pulang, Wong Tuban Jarah Kotak Amal Masjid

Nandang mengaku membuat upal sejak setengah tahun terakhir. Tak kurang dari Rp 100 juta upal telah diproduksinya. Sebagian di antaranya telah laku terjual di Jatim dan Jabar. ‘’Belajar membuatnya sejak satu tahun terakhir, tapi jualnya baru enam bulanan,’’ ungkapnya.

Nandang belajar membuat upal secara otodidak via YouTube. Aksinya tergolong sederhana. Empat lembar uang asli dipindainya bolak-balik lalu dicetak menggunakan kertas HVS. Untuk mempertajam kualitas kopiannya, uang yang telah dicetak lantas dilapisi cat bening. ‘’Terpaksa melakukan ini karena jualan saya tidak laku,’’ ucap pedagang kelapa itu.

Kini, Nandang dan Budi meringkuk di tahanan Mapolres Pacitan. Keduanya disangkakan pasal 36 ayat 1, 2, dan 3 UU 7/2011 tentang Mata Uang. Polisi juga mengamankan upal senilai Rp 84 juta sebagai barang bukti. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Nandang Iskandar terlalu kreatif. Terimpit ekonomi, pria 35 tahun asal Majalengka, Jawa Barat, itu nekat mencetak uang. Hanya bermodalkan printer scan serta kertas HVS biasa, dia nekat menggandakan pecahan Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu.

Aksinya terendus Polres Pacitan 27 Oktober silam. Ketika Budi Santoso, 21, membeli dan menggunakan uang buatan Nandang. Uang palsu (upal) senilai Rp 1,675 juta itu digunakan membeli handphone milik Aksal Haris, warga Glinggangan, Pringkuku. ‘’Transaksinya tengah malam sehingga korban baru menyadari pagi harinya. Korban lalu melapor ke polsek,’’ kata Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono, Jumat (24/12).

Seketika itu, Budi langsung diamankan. Dari tangannya, petugas mendapati upal senilai Rp 2,5 juta. Transaksi upal dilakukan via media sosial. ‘’Kami langsung lakukan pengejaran dan mengamankan tersangka utama di rumahnya,’’ ujar Kapolres.

Baca Juga :  Duh! Tiga Pelajar Nyolong Kotak Amal Masjid

Nandang mengaku membuat upal sejak setengah tahun terakhir. Tak kurang dari Rp 100 juta upal telah diproduksinya. Sebagian di antaranya telah laku terjual di Jatim dan Jabar. ‘’Belajar membuatnya sejak satu tahun terakhir, tapi jualnya baru enam bulanan,’’ ungkapnya.

Nandang belajar membuat upal secara otodidak via YouTube. Aksinya tergolong sederhana. Empat lembar uang asli dipindainya bolak-balik lalu dicetak menggunakan kertas HVS. Untuk mempertajam kualitas kopiannya, uang yang telah dicetak lantas dilapisi cat bening. ‘’Terpaksa melakukan ini karena jualan saya tidak laku,’’ ucap pedagang kelapa itu.

Kini, Nandang dan Budi meringkuk di tahanan Mapolres Pacitan. Keduanya disangkakan pasal 36 ayat 1, 2, dan 3 UU 7/2011 tentang Mata Uang. Polisi juga mengamankan upal senilai Rp 84 juta sebagai barang bukti. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/