alexametrics
24.1 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

CR-V Terjun ke Jurang Sarangan, Penumpang Tewas

MAGETAN – Faktor human error menguat dibalik terjunnya Honda CR-V nopol T 1201 EJ ke jurang sedalam sekitar 100 meter di Jalan Raya Sarangan, Sabtu (13/10). Rini Puspitawati, 26, pengemudinya, diketahui tidak mengantongi SIM A. Insiden di tikungan sebelah timur Taman Sarangan, Kelurahan Sarangan, Plaosan, itu mengakibatkan Ragil Supriyanto, 34, penumpangnya tewas.

Warga Desa Kediren, Randublatung, Blora, Jawa Tengah, itu menderita luka parah di kepala. Hingga tadi malam, kondisi Rini yang dirawat di unit gawat darurat (UGD) RSUD dr Sayidiman pun masih kritis. Perempuan cantik asal Desa Semen, Paron, Ngawi, itu menderita luka parah juga di bagian kepala. ’’Pengemudinya belum bisa dimintai keterangan karena tidak sadarkan diri,’’ kata Kanit Lantas Polsek Plaosan Ipda Akhmad Suryani.

Akhmad hanya menemukan KTP dari hasil pengecekan dompet Rini bersamaan proses evakuasi tubuhnya yang terjepit dari bodi kendaraan. Sedangkan SIM A malah ditemukan dari Ragil. Dia memastikan tidak ada kekeliruan dalam menentukan siapa sopir dan penumpang. Sebab, Rini duduk di kursi kemudi. Sedangkan Ragil tergeletak di luar dengan berjarak sekitar lima meter dari mobil. ’’Sopirnya yang perempuan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Insiden nahas itu terjadi pukul 14.45. Bermula saat CR-V melaju turun dari arah barat melintasi Taman Sarangan. Menjelang tikungan di sebelah timur taman yang juga digunakan untuk mangkal pedagang kaki lima (PKL) itu, mobil berkelir putih tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda berbelok. Kendaraan melaju lurus dan menabrak guardrail. Besi pembatas jalan itu tidak sanggup menahan dan mobil terjun bebas ke area persawahan sedalam sekitar 100 meter. ’’Sama sekali tidak ada bekas pengereman,’’ papar Akhmad.

Baca Juga :  Ban Selip, Truk Tergelincir di Jalur Lama Sarangan

Mobil Terbang Selepas Menabrak Pembatas

KETERANGAN para saksi, mobil CR-V terbang selepas menabrak pagar pembatas. Sebelum akhirnya membentur tanah dan terguling beberapa kali. Hal itu dibuktikan dengan ringseknya bodi mobil yang hampir di seluruh bagiannya. Terparah pada bagian sisi depan dengan posisinya yang di atas sampai tertekan ke bawah. ’’Pengemudinya terjepit, cukup lama mengeluarkannya dengan dibuka paksa menggunakan linggis,’’ kata Kanit Lantas Polsek Plaosan Ipda Akhmad Suryani.

Bagaimana Ragil bisa berada di luar mobil? Akhmad belum bisa memastikannya. Namun, dia menduga ada upaya menyelamatkan diri saat proses benturan dengan guardrail. Tapi, langkah tersebut terlambat dan ikut terjun bebas ke area persawahan. ’’Atau bisa juga terlempar akibat proses benturan kendaraan dengan permukaan tanah,’’ ucap kanit lantas.

Dia juga belum bisa memastikan penyebab laka lantas itu. Namun, kuat dugaan karena faktor human error. Seperti tidak cukup cakap mengemudi hingga salah membedakan antara pedal rem dan gas. Juga belum menguasai medan jalan. Dia menepikan dugaan rem tidak berfungsi. Mengingat mobil jenis CR-V merupakan kendaraan mewah yang kelaikan peranti kemudinya cukup memadai, ‘’Pastinya masih penyelidikan yang dibantu unit laka (Satlantas Polres Magetan),’’ tegasnya sembari menyebut bangkai mobil belum sempat dievakuasi karena waktu menjelang malam. (mg4/cor/ota)

MAGETAN – Faktor human error menguat dibalik terjunnya Honda CR-V nopol T 1201 EJ ke jurang sedalam sekitar 100 meter di Jalan Raya Sarangan, Sabtu (13/10). Rini Puspitawati, 26, pengemudinya, diketahui tidak mengantongi SIM A. Insiden di tikungan sebelah timur Taman Sarangan, Kelurahan Sarangan, Plaosan, itu mengakibatkan Ragil Supriyanto, 34, penumpangnya tewas.

Warga Desa Kediren, Randublatung, Blora, Jawa Tengah, itu menderita luka parah di kepala. Hingga tadi malam, kondisi Rini yang dirawat di unit gawat darurat (UGD) RSUD dr Sayidiman pun masih kritis. Perempuan cantik asal Desa Semen, Paron, Ngawi, itu menderita luka parah juga di bagian kepala. ’’Pengemudinya belum bisa dimintai keterangan karena tidak sadarkan diri,’’ kata Kanit Lantas Polsek Plaosan Ipda Akhmad Suryani.

Akhmad hanya menemukan KTP dari hasil pengecekan dompet Rini bersamaan proses evakuasi tubuhnya yang terjepit dari bodi kendaraan. Sedangkan SIM A malah ditemukan dari Ragil. Dia memastikan tidak ada kekeliruan dalam menentukan siapa sopir dan penumpang. Sebab, Rini duduk di kursi kemudi. Sedangkan Ragil tergeletak di luar dengan berjarak sekitar lima meter dari mobil. ’’Sopirnya yang perempuan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Insiden nahas itu terjadi pukul 14.45. Bermula saat CR-V melaju turun dari arah barat melintasi Taman Sarangan. Menjelang tikungan di sebelah timur taman yang juga digunakan untuk mangkal pedagang kaki lima (PKL) itu, mobil berkelir putih tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda berbelok. Kendaraan melaju lurus dan menabrak guardrail. Besi pembatas jalan itu tidak sanggup menahan dan mobil terjun bebas ke area persawahan sedalam sekitar 100 meter. ’’Sama sekali tidak ada bekas pengereman,’’ papar Akhmad.

Baca Juga :  Sopir Mengantuk, 2 Truk Saling Tubruk

Mobil Terbang Selepas Menabrak Pembatas

KETERANGAN para saksi, mobil CR-V terbang selepas menabrak pagar pembatas. Sebelum akhirnya membentur tanah dan terguling beberapa kali. Hal itu dibuktikan dengan ringseknya bodi mobil yang hampir di seluruh bagiannya. Terparah pada bagian sisi depan dengan posisinya yang di atas sampai tertekan ke bawah. ’’Pengemudinya terjepit, cukup lama mengeluarkannya dengan dibuka paksa menggunakan linggis,’’ kata Kanit Lantas Polsek Plaosan Ipda Akhmad Suryani.

Bagaimana Ragil bisa berada di luar mobil? Akhmad belum bisa memastikannya. Namun, dia menduga ada upaya menyelamatkan diri saat proses benturan dengan guardrail. Tapi, langkah tersebut terlambat dan ikut terjun bebas ke area persawahan. ’’Atau bisa juga terlempar akibat proses benturan kendaraan dengan permukaan tanah,’’ ucap kanit lantas.

Dia juga belum bisa memastikan penyebab laka lantas itu. Namun, kuat dugaan karena faktor human error. Seperti tidak cukup cakap mengemudi hingga salah membedakan antara pedal rem dan gas. Juga belum menguasai medan jalan. Dia menepikan dugaan rem tidak berfungsi. Mengingat mobil jenis CR-V merupakan kendaraan mewah yang kelaikan peranti kemudinya cukup memadai, ‘’Pastinya masih penyelidikan yang dibantu unit laka (Satlantas Polres Magetan),’’ tegasnya sembari menyebut bangkai mobil belum sempat dievakuasi karena waktu menjelang malam. (mg4/cor/ota)

Most Read

Artikel Terbaru

/