Kasus Ebola di Kongo Bertambah, Warga AS Jalani Perawatan di Jerman

Jawa Pos Radar Madiun - Seorang pekerja kemanusiaan asal Amerika Serikat harus meninggalkan Republik Demokratik Kongo (DRC) setelah dinyatakan terinfeksi virus Ebola.
Ia diterbangkan ke Jerman untuk mendapatkan penanganan medis khusus, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran wabah yang kembali melanda negara Afrika tersebut.
Di saat yang sama, pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah pencegahan dengan membatasi perjalanan warga negaranya dari DRC menuju AS menggunakan penerbangan komersial.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mencegah potensi penyebaran virus ke wilayah Amerika.
Pasien Dipindahkan ke Jerman untuk Penanganan Intensif
Pekerja Kemanusiaan Terinfeksi Saat Bertugas di Kongo
Kementerian Kesehatan Jerman mengonfirmasi seorang warga negara Amerika tiba di Frankfurt dan langsung dipindahkan ke rumah sakit universitas untuk menjalani perawatan lanjutan.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut pasien tersebut merupakan seorang pekerja kemanusiaan yang bertugas di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri, wilayah yang menjadi pusat penyebaran wabah Ebola saat ini.
"The patient has been safely transferred to Germany for continued follow-up care," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Berdasarkan keterangan organisasi bantuan kemanusiaan Samaritan's Purse, pasien yang berusia sekitar 60 tahun itu bekerja sebagai manajer gudang selama bertugas di Republik Demokratik Kongo.
Jerman Dinilai Berpengalaman Menangani Ebola



