Jawa Pos Radar Madiun - KTM merupakan singkatan dari Kraftfahrzeug Trunkenpolz Mattighofen, pabrikan motor Austria.
Sejarah berdirinya KTM berawal pada 1934 saat Johann (Hans) Trunkenpolz membangun bengkel di Mattighofen, Austria.
Pada masa Perang Dunia 2, bengkel Hans Trunkenpolz merupakan spesialis perbaikan kendaraan perang.
Setelah perang usai, terbesit keinginan Hans Trunkenpolz untuk merakit motor buatan sendiri.
Pada 1951, Hans berhasil merakit sebuah motor dengan mesin Rotax buatan Fichtel & Sachs yang dinamakan R100.
Seiring perjalanan waktu, KTM memiliki banyak divisi serta menaungi merek-merek terkenal seperti suspensi WP dan produsen motor off-road Husqvarna dan Husaberg.
Pada 1992, perusahaan ini dipecah menjadi empat entitas, yaitu KTM Sportmotorcycle GmbH (divisi sepeda motor), KTM Fahrrad GmbH (divisi sepeda), KTM Kühler GmbH (divisi radiator), dan KTM Werkzeugbau GmbH (divisi perkakas).
Pada 1996, mesin motorcross KTM pertama kali menyematkan warna oranye khas KTM.
Kemudian pada 1997 KTM memperkenalkan sepeda motor supermoto dan adventure dua silinder berpendingin cairan.
Baca Juga: Motor Trail KTM: Ini Alasan Harganya Mahal Tapi Layak Dimiliki, Sayangnya Pabriknya Mulai Rungkad
Krisis keuangan KTM terjadi tahun lalu dengan mencatat kerugian mencapia Rp 23 triliun.
Akibatnya, sebanyak 874 karyawan terpaksa di-PHK.
Lalu, di awal 2025, berkurang lagi 750 orang, dan diprediksi ada tambahan 220 orang lagi, sehingga jika dihitung, lebih dari 1.850 karyawan diberhentikan. (isd)
Editor : Wawan Isdarwanto