Jawa Pos Radar Madiun - Nama Melanie Shiraz mendadak jadi sorotan dunia setelah videonya menatap Miss Palestina, Nadeen Ayoub, viral di media sosial.
Momen yang terjadi di atas panggung Miss Universe 2025 di Thailand itu memicu perdebatan luas antara pendukung Israel dan Palestina.
Sebagian warganet menilai tatapan tersebut mencerminkan ketegangan politik yang ikut terbawa ke ajang kecantikan dunia.
Namun, ada pula yang menilai momen itu disalahartikan dan terlalu dilebih-lebihkan oleh publik global.
Latar Belakang dan Kehidupan Awal
Perempuan bernama lengkap Melanie Shiraz Asor ini lahir di Tel Aviv, Israel, pada November 1998. Kini usianya sekitar 26–27 tahun.
Ia dibesarkan oleh sang ibu, Estee Shiraz, sebelum pindah ke Amerika Serikat saat masih kecil.
Melanie kemudian kembali ke Israel beberapa tahun lalu, tepat sebelum pecahnya serangan 7 Oktober yang mengguncang kawasan tersebut. Saat ini ia tinggal di Tel Aviv dan mewakili wilayah Caesarea dalam ajang Miss Universe Israel 2025.
Pendidikan dan Karier
Melanie bukan hanya berparas cantik. Ia dikenal sebagai ilmuwan data dan wirausahawan sukses di bidang teknologi keuangan digital.
Ia meraih double degree dari University of California, Berkeley, jurusan Data Science dan Interdisciplinary Studies dengan fokus pada politik Israel. Selama kuliah, ia aktif di organisasi Yahudi seperti Chabad, Hillel, dan Jewish Student Union.
Setelah itu, Melanie melanjutkan studi ke Tel Aviv University dan meraih gelar MBA. Ia sempat bekerja di Silicon Valley sebelum akhirnya mendirikan perusahaan teknologi finansial miliknya sendiri.
Baca Juga: Profil Lengkap Shin Hyun Ji, Model Korea yang Dirumorkan Dekat dengan Jungkook BTS
Perjalanan Menuju Mahkota Miss Israel 2025
Melanie Shiraz dinobatkan sebagai Miss Universe Israel 2025 dalam acara penobatan di Hilton Miami Aventura Hotel, Florida.
Ia mengaku ingin menggunakan panggung kecantikan untuk memperkenalkan Israel secara positif kepada dunia internasional.
“Saya ingin dunia melihat sisi terbaik dari bangsa saya, melalui tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata,” ujarnya dalam wawancara usai kemenangan.
Melanie pun mewakili Israel di ajang Miss Universe 2025 di Thailand, yang digelar pada November 2025.
Kontroversi di Miss Universe 2025
Namun perjalanan Melanie di Miss Universe tak lepas dari bayang-bayang politik. Kemenangannya menuai kritik keras dari komunitas pro-Palestina, yang menilai ajang itu sarat kepentingan politik.
Bahkan, sejumlah warganet menjulukinya sebagai “Miss Genosida”, menuding ia mewakili negara yang dianggap melakukan pelanggaran HAM di Gaza. Meski begitu, Melanie menegaskan ia tidak ingin larut dalam kebencian.
“Saya memilih fokus menampilkan jati diri positif Israel ketimbang membalas kebencian di dunia maya,” tegasnya.
Kontroversi semakin memanas ketika video tatapan dingin Melanie ke arah Miss Palestina, Nadeen Ayoub, viral di berbagai platform.
Video berdurasi beberapa detik itu memicu ribuan komentar dan interpretasi yang beragam dari publik global.
Melanie bahkan menuduh Nadeen “menggunakan platformnya untuk menyebarkan informasi palsu terkait perang Gaza dan serangan 7 Oktober.”
Pernyataan itu membuat posisinya semakin disorot dan menjadikannya salah satu kontestan paling kontroversial dalam sejarah Miss Universe modern.
Bagi banyak orang, Melanie Shiraz kini bukan sekadar peserta Miss Universe, melainkan simbol tarik-menarik antara diplomasi dan citra politik Israel.
Di sisi lain, Nadeen Ayoub dianggap mewakili suara kemanusiaan Palestina yang selama ini tertindas.
(*/naz)
Penulis: Nazala Syifa Julieta/Politeknik Negeri Madiun