Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Selat Hormuz Resmi Ditutup! Iran Blokade Jalur Minyak Dunia, Harga BBM Global Terancam Meledak

Mizan Ahsani • Senin, 2 Maret 2026 | 15:00 WIB

Ilustrasi peta selat hormuz
Ilustrasi peta selat hormuz

Jawa Pos Radar Madiun
 – Dunia internasional kini dalam posisi siaga penuh. Per Minggu, 1 Maret 2026, Selat Hormuz resmi dinyatakan tertutup bagi seluruh lalu lintas komersial. Langkah drastis yang diambil oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) ini menjadi guncangan terbesar bagi stabilitas energi global di awal tahun 2026, memicu kekhawatiran akan krisis ekonomi yang meluas hingga ke dapur rumah tangga.

Picu Kematian Pemimpin Tertinggi

Blokade ini bukan tanpa alasan. Penutupan yang dimulai sejak akhir Februari 2026 merupakan respons langsung atas serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah kedaulatan Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu kemarahan besar di Teheran.

Sebagai balasan, Iran menggunakan "kartu as" mereka: Selat Hormuz. Jalur sempit yang hanya selebar 33 kilometer di titik tersempitnya ini adalah urat nadi utama ekspor minyak mentah dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Kuwait, dan UEA.

Harga Minyak Dunia Langsung Melambung

Efek domino dari penutupan ini langsung terasa di lantai bursa. Pada perdagangan Senin (2/3), harga minyak mentah jenis Brent melonjak hingga 8 persen ke level USD 78–80 per barel. Analis memperkirakan harga bisa menembus angka psikologis USD 100 hingga USD 120 per barel jika blokade berlangsung lama.

Dampak di lapangan mulai terlihat nyata:

• Tanker Tertahan: Ratusan kapal tanker kini dilaporkan berbalik arah atau menunggu di sekitar perairan Fujairah, UEA, karena tidak ada jaminan keamanan.

• Logistik Naik: Biaya pengiriman laut melonjak hingga 12 persen karena kapal-kapal harus memutar rute yang lebih jauh.

• Saham Energi: Saham-saham sektor migas justru menghijau di tengah ketidakpastian, menjadi incaran investor yang memanfaatkan kenaikan harga komoditas.

Efeknya Sampai ke Indonesia?

Pemerintah Indonesia melalui berbagai lembaga mulai melakukan langkah antisipatif. Sebagai negara net importer minyak, kenaikan harga minyak dunia adalah ancaman serius bagi APBN. Setiap kenaikan harga minyak dunia akan memperberat beban subsidi BBM dan listrik.

Ekonom memperingatkan bahwa jika situasi ini berlarut-larut, masyarakat harus bersiap menghadapi kenaikan harga barang pokok akibat pembengkakan biaya logistik. "Ini adalah titik cekik ekonomi dunia. Jika Hormuz tertutup, efeknya akan terasa hingga ke harga sembako di pasar-pasar lokal," ungkap salah satu pengamat ekonomi nasional.

Hingga saat ini, Departemen Pertahanan AS telah mengeluarkan larangan bagi kapal berbendera Amerika untuk mendekati perairan tersebut, sementara komunitas internasional terus berupaya melakukan diplomasi untuk mencegah resesi global yang lebih dalam.(*)

*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#perang #Selat Hormuz ditutup #iran #Perang Iran Amerika #selat #as