Jawa Pos Radar Madiun - PT Pertamina (Persero) memastikan dua kapal miliknya yang saat ini berada di kawasan Selat Hormuz dalam kondisi aman.
Perusahaan menegaskan terus melakukan pemantauan intensif demi menjamin keselamatan awak kapal dan keamanan aset operasionalnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa terdapat total empat kapal yang terkait operasional di wilayah tersebut.
Namun, hanya dua kapal yang saat ini berada di dalam kawasan Selat Hormuz.
“Jadi saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan dari para awak kapal, kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada di sana. Sampai dengan saat ini kondisi masih aman,” ujar Baron kepada wartawan di Graha Pertamina, Selasa (3/3).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut membantu menjaga keamanan kapal dan kru, termasuk dukungan dari Kementerian Luar Negeri serta stakeholder terkait lainnya.
Pasokan Minyak Timur Tengah Capai 19 Persen
Lebih lanjut, Pertamina memastikan situasi tersebut tidak mengganggu ketahanan energi nasional.
Baron menyebutkan bahwa pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah yang diimpor melalui jalur tersebut mencapai sekitar 19 persen dari total kebutuhan nasional.
“Saat ini kami sampaikan bahwa kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah itu ada sekitar 19%. Dan saat ini kami sudah melaksanakan proses distribusi melalui sistem reguler, alternatif, maupun emergency,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sistem distribusi tersebut telah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, sehingga kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi.
Strategi Antisipasi Terus Disiapkan
Pertamina menyatakan telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi dalam negeri, termasuk optimalisasi pola distribusi yang tersedia serta tata kelola yang tetap dijalankan sesuai prosedur.
“Strategi tersebut tentunya sedang berproses, baik melalui pola yang ada dilakukan, dan juga kami melihat bahwa tata kelola tetap harus kita kedepankan. Jadi buat masyarakat, kami telah melaksanakan aksi sistem reguler, alternatif, dan emergency tersebut,” pungkas Baron.
Dengan langkah antisipatif ini, Pertamina memastikan operasional tetap berjalan dan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika kawasan global. (fin)
Editor : AA Arsyadani