Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

AS Cabut Sanksi Minyak Rusia Secara Mendadak, Thailand Bergerak Cepat Amankan Pasokan Energi

AA Arsyadani • Jumat, 13 Maret 2026 | 17:15 WIB

Kebakaran terjadi di sebuah kapal kargo Thailand setelah dihantam di Selat Hormuz pada 11 Maret 2026.
Kebakaran terjadi di sebuah kapal kargo Thailand setelah dihantam di Selat Hormuz pada 11 Maret 2026.

Jawa Pos Radar Madiun - Thailand menyatakan kesiapan untuk memulai negosiasi dengan Rusia terkait pasokan minyak mentah setelah Amerika Serikat mencabut sanksi terhadap ekspor minyak Moskow.

Wakil Perdana Menteri Thailand Phipat Ratchakiprakarn mengatakan langkah ini menjadi peluang strategis bagi negaranya untuk mengamankan kebutuhan energi nasional.

“Ada kabar baik: dari pernyataan Amerika Serikat diketahui bahwa AS telah menghentikan boikot terhadap ekspor minyak Rusia, sehingga Thailand akan menjadi salah satu negara yang kini mulai bernegosiasi dengan Rusia untuk pembelian minyak mentah,” kata Ratchakiprakarn kepada wartawan, Jumat.

Menurutnya, proses negosiasi akan dipimpin oleh Kementerian Energi Thailand.

Cadangan Aman, Tapi Ancaman Global Membayangi

Pemerintah Thailand memastikan cadangan minyak mentah domestik masih cukup untuk mendukung proses pengolahan selama sekitar 98 hari.

Namun, situasi geopolitik global membuat negara tersebut tidak ingin bergantung pada satu sumber pasokan saja.

Krisis di Timur Tengah disebut berpotensi mengganggu aliran minyak dari Teluk Persia, yang selama ini menyumbang sekitar separuh impor energi Thailand.

Sisanya berasal dari berbagai sumber alternatif.

Ratchakiprakarn menegaskan pemerintah sedang bekerja keras mencari opsi tambahan guna menghindari gangguan pasokan.

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan anggota kabinet lainnya tengah melakukan berbagai upaya untuk memastikan stabilitas energi nasional.

Langkah ini menjadi penting mengingat ketergantungan tinggi terhadap impor minyak serta ketidakpastian kondisi global.

Harga BBM Thailand Akan Naik Bertahap

Selain negosiasi pasokan baru, pemerintah Thailand juga bersiap menghadapi kenaikan harga bahan bakar domestik.

Mulai 17 Maret, harga bensin diperkirakan naik secara bertahap setelah subsidi sementara untuk solar dan sebagian bensin dari dana minyak nasional berakhir.

Subsidi tersebut sebelumnya berlaku selama 15 hari.

Penyesuaian harga akan dilakukan setiap minggu guna mengurangi dampak lonjakan terhadap masyarakat.

Strategi Menghadapi Ketidakpastian Energi

Langkah Thailand membuka komunikasi dengan Rusia mencerminkan strategi pragmatis dalam menghadapi ketidakstabilan pasokan global.

Diversifikasi sumber energi dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan energi jangka panjang. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#thailand #harga bbm #amerika serikat #minyak rusia #rusia #krisis energi