Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah taktis untuk mengamankan pergerakan pemudik pada Lebaran 2026. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) disiapkan secara khusus guna memitigasi ancaman cuaca ekstrem di berbagai titik rawan.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026, Pertamina Prediksi Konsumsi BBM di Madiun Raya Naik 15 Persen
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan, langkah proaktif ini diambil untuk merespons prediksi lonjakan volume pelancong tahun ini.
"Pergerakan masyarakat saat mudik nanti sangat besar. Diproyeksikan sekitar 24,90 juta orang akan melakukan perjalanan menuju Jawa Timur," terangnya di Surabaya, Kamis (12/3).
Baca Juga: Daftar Biaya Tol Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta ke Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi diprediksi masih membayangi wilayah Jatim hingga akhir Maret. Merespons hal tersebut, OMC akan dieksekusi selama 10 hari, terhitung mulai 16 hingga 25 Maret 2026 (H+5 Lebaran).
Selama periode operasi, sebanyak 22 sortie penerbangan akan dikerahkan untuk merekayasa awan hujan. Fokus utama mitigasi diarahkan pada wilayah rawan bencana serta kawasan pariwisata yang dipastikan padat pengunjung saat libur Lebaran, seperti Pacet, Cangar, Batu, Malang, dan Surabaya.
Baca Juga: Amankan Jalur Mudik, Polres Madiun Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026
Sebagai lapis pengamanan tambahan, BPBD Jatim tidak hanya mengandalkan rekayasa cuaca. Sebanyak 38 posko tanggap darurat dan posko siaga telah didirikan dan tersebar di seluruh kabupaten/kota.
"Sekitar 300 personel juga disiagakan untuk mendukung pengamanan. Kami turut mengimbau para pelaku usaha sektor pariwisata untuk menyiapkan tim penyelamat mandiri sebagai langkah antisipasi," pungkas Gatot. (*)
*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura