BPBD Madiun Pastikan Retakan Tanah Meluas, Warga Diminta Waspada Longsor

Jawa Pos Radar Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun memastikan retakan tanah di Dusun Morosowo, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, membentang sekitar 500 meter.
Retakan itu menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
“Benar, ada retakan tanah akibat hujan yang menyebabkan beberapa rumah warga rusak,” ujar Plt Kepala BPBD Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis, kemarin (31/10).
Petugas BPBD langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi terkini sekaligus memetakan potensi bahaya lanjutan.
Hasilnya, terdapat enam rumah terdampak, satu rumah kosong, dan satu rumah ditempati penyandang ODGJ.
“Retakannya membentang membentuk huruf U. Rata-rata kerusakan pada dinding dan lantai,” jelasnya.
Enam rumah terdampak diketahui milik Suntoyo, Warsini, Wariati, Bangun Suroyo, Sawal, dan Sumiati.
Meski tidak ada korban jiwa, BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
“Kami masih berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk langkah mitigasi dan penanganan darurat, terutama bagi warga yang rumahnya rusak cukup parah,” lanjutnya.
BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak yang kini mengungsi di musala setempat.
Personel disiagakan untuk memantau kondisi tanah yang masih labil di musim hujan ini.
“Kejadian ini juga sudah kami laporkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sambil menunggu instruksi tindak lanjut,” tandas Boby. (ryu/aan)



