Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus BEF Mengintai, Peternak Sapi dan Kambing di Madiun Diminta Waspada

D
Penulis: Dian Rahayu❯
Dokter hewan DKPP Kabupaten Madiun memberikan layanan vitamin gratis kepada peternak di Desa Muneng, Pilangkenceng. DOK RADAR MADIUN
Dokter hewan DKPP Kabupaten Madiun memberikan layanan vitamin gratis kepada peternak di Desa Muneng, Pilangkenceng. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Musim hujan kembali menjadi periode rawan bagi peternak sapi dan kambing.


Advertisement

Risiko serangan penyakit demam tiga hari atau bovine ephemeral fever (BEF) meningkat tajam seiring melonjaknya populasi vektor penyakit seperti nyamuk dan lalat.

Dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Hasbulloh Ghofur, menegaskan pentingnya menjaga kondisi ternak tetap prima.

“Musim lembap selalu menyebabkan peningkatan vektor seperti nyamuk dan lalat. Ini yang membawa virus penyakit ke ternak,” ujarnya.

Advertisement

Penyakit BEF biasanya menyerang sapi dan kambing melalui gigitan nyamuk, kutu, atau lalat yang berkembang pesat saat curah hujan tinggi.

Gejalanya antara lain, demam tinggi, tubuh kaku dan gemetar, keluar lendir dari hidung, serta ternak enggan makan.

Kondisi tersebut menyebabkan penurunan bobot badan secara cepat.

Advertisement

Pada sapi perah, produksi susu bisa anjlok drastis.

“Begitu ternak malas makan, efek penurunan bobot dan produksi susu bisa terjadi sangat cepat,” jelas Ghofur.

DKPP menekankan langkah pencegahan yang dapat dilakukan peternak.

Di antaranya, pemberian vitamin untuk menjaga metabolisme, menjaga kebersihan kandang setiap hari, mengurangi kelembapan dan mengusir vektor dengan kelambu atau tanaman herbal seperti serai.

“Ternak yang rutin diberi vitamin dan berada di kandang bersih lebih kuat menghadapi penyakit musiman seperti ini. Penyakitnya bisa diatasi dan jarang sampai mematikan,” tegasnya.

Yayan Kristianto, peternak asal Pilangkenceng, mengaku pernah mengalami kasus demam tiga hari pada sapinya.

“Saya beri vitamin dan jamu herbal, alhamdulillah sembuh. Kandang saya tutup supaya lalat tidak masuk,” ungkapnya.

Ia juga mewaspadai penyakit lain seperti lumpy skin disease (LSD) yang pernah menyerang kambingnya di musim penghujan sebelumnya. (ryu/aan)

Advertisement

Artikel Terkait

Disperta dan DKPP Madiun Dilebur, Nasib 177 Pegawai Ditentukan Anjab-ABK

Disperta dan DKPP Madiun Dilebur, Nasib 177 Pegawai Ditentukan Anjab-ABK

Sebanyak 177 pegawai terdampak peleburan Disperta dan DKPP Kabupaten Madiun. Penempatan mereka di DP3 masih menunggu Anjab-ABK.

Stok Beras Kabupaten Madiun Surplus, Tersedia 4.897 Ton di Tengah Kemarau

Stok Beras Kabupaten Madiun Surplus, Tersedia 4.897 Ton di Tengah Kemarau

Stok beras Kabupaten Madiun mencapai 4.897 ton per 30 Agustus 2026. Jumlah itu belum memasukkan hasil panen padi sepanjang Agustus.

Bulog Madiun Tuntaskan Penyaluran Bantuan Pangan untuk 291.753 Warga

Bulog Madiun Tuntaskan Penyaluran Bantuan Pangan untuk 291.753 Warga

Bulog Madiun menuntaskan penyaluran bantuan pangan kepada 291.753 warga di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer