Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PMK Kembali Merebak, 18 Ternak di Kabupaten Madiun Berstatus Suspect

D
Penulis: Dian Rahayu❯
DIVAKSIN: Petugas Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun melakukan vaksinasi PMK pada ternak di Desa Kajang, Kecamatan Sawahan. DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN
DIVAKSIN: Petugas Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun melakukan vaksinasi PMK pada ternak di Desa Kajang, Kecamatan Sawahan. DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Peternak sapi di Kabupaten Madiun diminta meningkatkan kewaspadaan.


Advertisement

Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali dilaporkan menyerang belasan ternak di wilayah tersebut.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun mencatat, hingga pertengahan Januari terdapat 18 ekor ternak yang mengalami gejala atau suspect PMK.

Kasus tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Gemarang, Saradan, Wungu, Madiun, dan Wonoasri.

Advertisement

Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun Harris Imballo R Siregar mengatakan, seluruh ternak yang terduga PMK telah mendapatkan penanganan medis.

“Sebagian besar sudah diobati dan sembuh. Namun ada juga yang kondisinya memburuk sehingga harus dipotong paksa, seperti kasus di Desa Sirapan, Kecamatan Madiun,” ungkapnya.

Harris menjelaskan, seluruh temuan tersebut masih berstatus suspect PMK.

Advertisement

Penetapan positif atau negatif PMK baru dapat dilakukan setelah melalui peneguhan diagnosis laboratorium.

“Karena belum ada hasil uji laboratorium, statusnya masih terduga. Namun seluruh kasus sudah kami laporkan ke ISIKHNAS,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, DKPP mulai menggencarkan upaya pengendalian.

Di antaranya penyemprotan desinfektan di pasar hewan dan kandang, vaksinasi PMK, serta pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak sapi dan kambing.

Peternak juga diminta lebih peka terhadap gejala awal PMK.

“Jika ternak mengalami demam, nafsu makan turun, air liur berlebihan, atau muncul luka di mulut dan kaki, segera laporkan ke petugas atau dokter hewan agar cepat ditangani,” tandas Harris. (ryu/aan)

Advertisement

Artikel Terkait

Disperta dan DKPP Madiun Dilebur, Nasib 177 Pegawai Ditentukan Anjab-ABK

Disperta dan DKPP Madiun Dilebur, Nasib 177 Pegawai Ditentukan Anjab-ABK

Sebanyak 177 pegawai terdampak peleburan Disperta dan DKPP Kabupaten Madiun. Penempatan mereka di DP3 masih menunggu Anjab-ABK.

Stok Beras Kabupaten Madiun Surplus, Tersedia 4.897 Ton di Tengah Kemarau

Stok Beras Kabupaten Madiun Surplus, Tersedia 4.897 Ton di Tengah Kemarau

Stok beras Kabupaten Madiun mencapai 4.897 ton per 30 Agustus 2026. Jumlah itu belum memasukkan hasil panen padi sepanjang Agustus.

Bulog Madiun Tuntaskan Penyaluran Bantuan Pangan untuk 291.753 Warga

Bulog Madiun Tuntaskan Penyaluran Bantuan Pangan untuk 291.753 Warga

Bulog Madiun menuntaskan penyaluran bantuan pangan kepada 291.753 warga di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer