Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Libatkan 120 UMKM, Sepasma 2026 di Madiun Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp 1,26 Miliar

L
Penulis: Loditya Fernandes❯
Gelaran Sepasma 2026 di Lapangan Rekso Wilis, Kecamatan Geger, berhasil menggerakkan sekitar 120 pelaku UMKM dengan total perputaran ekonomi mencapai Rp1,26 miliar selama tujuh hari. DOK RADAR MADIUN
Gelaran Sepasma 2026 di Lapangan Rekso Wilis, Kecamatan Geger, berhasil menggerakkan sekitar 120 pelaku UMKM dengan total perputaran ekonomi mencapai Rp1,26 miliar selama tujuh hari. DOK RADAR MADIUN

Advertisement

Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan Sepasar Ing Madiun (Sepasma) 2026 di wilayah selatan Kabupaten Madiun terbukti memberi dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat.

Selama tujuh hari pelaksanaan di Lapangan Rekso Wilis, Desa Sareng, Kecamatan Geger, perputaran uang dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diperkirakan mencapai Rp1,26 miliar.

Capaian tersebut menjadi bukti strategi Pemerintah Kabupaten Madiun yang membagi pelaksanaan Sepasma ke tiga wilayah mampu memperluas manfaat ekonomi hingga ke tingkat pelaku usaha kecil.

Advertisement

Camat Geger Dodi Setiawan selaku Ketua Panitia Sepasma Wilayah Selatan mengatakan, berdasarkan rekapitulasi di lapangan, terdapat sekitar 119 hingga 120 pelaku UMKM yang berpartisipasi selama kegiatan berlangsung pada 22–28 Juni 2026.

Sebanyak 89 lapak berada di dalam area Lapangan Rekso Wilis, sedangkan sekitar 30 pelaku UMKM lainnya membuka usaha di area luar lokasi kegiatan.

"Rinciannya, ada 89 lapak UMKM yang berada di dalam area lapangan sejak pembukaan, dan kurang lebih 30 UMKM lainnya yang memadati area luar," ungkap Dodi.

Advertisement

Menurutnya, pendapatan para pelaku UMKM meningkat signifikan, terutama saat malam puncak hiburan yang menghadirkan penampilan artis lokal maupun nasional.

Selama empat hari dengan jumlah pengunjung tertinggi, omzet setiap lapak mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per hari.

Sementara pada hari-hari yang relatif lebih sepi, pelaku usaha masih mampu membukukan pendapatan sekitar Rp800 ribu hingga Rp900 ribu.

"Pada empat hari prime time tersebut, omzet per lapak UMKM melejit di angka Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per hari. Saat kondisi agak landai atau sepi, mereka masih bisa mengantongi Rp800 ribu sampai Rp900 ribu. Jika ditarik garis rata-rata keseluruhan selama event berlangsung, per stan UMKM mantap mengantongi pendapatan Rp1,5 juta per hari," bebernya.

Advertisement

Artikel Terkait

Dinsos Kabupaten Madiun Latih 100 KPM UEP-KUBE, Dorong Produk Tembus Pasar Modern

Dinsos Kabupaten Madiun Latih 100 KPM UEP-KUBE, Dorong Produk Tembus Pasar Modern

Dinsos Kabupaten Madiun melatih 100 KPM UEP-KUBE dari 15 kecamatan agar mampu memperbaiki kemasan dan memperluas pemasaran produk.

Caruban Night Solidarity Pukau Warga Madiun, Donasi untuk Korban NTT Tembus Rp 43 Juta

Caruban Night Solidarity Pukau Warga Madiun, Donasi untuk Korban NTT Tembus Rp 43 Juta

CNS 2026 menyatukan budaya, ekonomi, dan kemanusiaan. Donasi Rp 43 juta terkumpul untuk korban bencana NTT.

Ketika Bupati dan Kepala OPD Madiun Mendadak Jadi Model Catwalk di Ajang Batik Fashion Show 2026

Ketika Bupati dan Kepala OPD Madiun Mendadak Jadi Model Catwalk di Ajang Batik Fashion Show 2026

Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran kepala OPD tampil sebagai model dadakan dalam Kabupaten Madiun Batik Fashion Show 2026 di Alun-Alun Reksogati untuk mempromosikan Batik Kampung Pesilat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer