Kejar Target UCJ 2026, Pemkab Madiun dan BPJS Ketenagakerjaan Rilis Gerakan Silat Asih

Jawa Pos Radar Madiun - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun dalam melindungi pahlawan keluarga dari risiko kecelakaan kerja patut diacungi jempol.
Bersama BPJS Ketenagakerjaan Madiun, pemerintah daerah terus menggencarkan perluasan cakupan jaminan sosial bagi masyarakat, khususnya kelompok pekerja rentan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, menegaskan bahwa misi besar ini membutuhkan kolaborasi lintas sektoral yang solid.
Sinergi harus dibangun kuat antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, hingga keterlibatan aktif dari pihak swasta.
Sigit juga menekankan pentingnya jaminan perlindungan bagi seluruh pekerja yang terlibat langsung dalam berbagai proyek fisik milik pemerintah.
Langkah akselerasi ini sengaja didorong untuk menyukseskan Rencana Aksi Universal Coverage Jamsostek (UCJ) yang ditargetkan rampung pada 2026 mendatang.
Program BPJS Ketenagakerjaan dinilai memberikan manfaat perlindungan yang sangat nyata.
Hal ini menjadi jaring pengaman agar tidak muncul keluarga miskin baru apabila pencari nafkah utama mengalami kecelakaan kerja.
Baca Juga: BKPSDM Magetan Rancang Inovasi SANTUN, Urus Kenaikan Pangkat ASN Kini Lebih Mudah dan Cepat
Berdasarkan catatan BPJS Ketenagakerjaan Madiun per Oktober 2026, tren kepesertaan perlindungan sosial ini terus menunjukkan grafik positif.
Jumlah peserta aktif melonjak menjadi 99.224 pekerja, naik signifikan dari angka 92.429 peserta pada bulan Juni lalu.



