
Jawa Pos Radar Madiun – Pembinaan atlet paralayang berprestasi di Kabupaten Madiun terus dipacu dari bangku sekolah.
Bukit Watu Bayang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, kini disulap menjadi tempat latihan sekaligus pencetak penerbang muda usia 14–17 tahun.
Ketua Cabor Paralayang Kabupaten Madiun Titin Yuliana menuturkan, potensi paralayang di wilayahnya didominasi atlet usia di bawah 23 tahun (SMP dan SMA) yang memiliki jenjang karier amat panjang.
"Watu Bayang sangat ramah bagi penerbang pemula. Lokasinya juga strategis sehingga sering jadi lokasi latihan bersama penerbang dari 10 daerah seperti Kediri, Jombang, hingga Ngawi," kata Titin, Minggu (25/10).
Meski cabor paralayang di Kabupaten Madiun tergolong baru, pembinaan bertahap terbukti membuahkan hasil lewat raihan medali di ajang Porprov Jatim.
Kondisi angin di kawasan Watu Bayang dinilai ideal untuk menggembleng mental serta teknik penerbang muda.
Salah seorang atlet binaan, Ahmad Rohmatul Aziz, 19, mengaku kini makin percaya diri menaklukkan angin Saradan.
Terbang sejak 2024, dirinya sempat tegang saat pertama kali meluncur dari tebing.
"Sensasi terbang sambil menikmati alam sangat luar biasa. Semoga paralayang Madiun makin maju dan dikenal nasional," harap Aziz. (ryu/aan)



