MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Proses pengisian kursi jabatan eselon II di lingkup Pemkab Madiun yang lowong mulai bergulir. Badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) setempat sudah menyurati Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pertengahan Mei lalu.
Langkah itu ditempuh setelah tim badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat) memberikan lampu hijau untuk segera dilakukan pengisian. ‘’Sekarang dalam tahap menunggu rekomedasi KASN,’’ ungkap Kepala BKPSDM Kabupaten Madiun Heru Kuncoro kemarin (29/6).
Kapan rekomendasi tersebut turun? Heru enggan berspekulasi. Mantan kepala dinas tenaga kerja (disnaker) itu hanya menyebutkan bahwa seleksi terbuka bakal langsung digelar jika rekomendasi telah turun. Calon peserta diperkirakan tidak berbeda dengan pelaksana tugas (Plt) selama ini. ‘’Bisa dari sekretaris dinas, kepala dinas yang linier, maupun pejabat eselon II lainnya,’’ tuturnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Slamet Riyadi meminta proses pengisian tersebut dikawal. Pihaknya tidak ingin pengisian kursi setingkat kepala dinas (kadin) itu gagal dilakukan mengingat masa jabatan bupati bakal berakhir dalam wakytu dekat.
Tanpa pejabat definitif, menurut Slamet, pengambilan kebijakan tidak bisa dilakukan dengan optimal. ‘’Dobel jabatan dikhawatirkan juga membuat penjabat tidak fokus di masing-masing jabatan yang diemban,’’ tegasnya.
Sekadar diketahui, daftar kursi pejabat eselon II di lingkup Pemkab Madiun yang kosong semakin panjang. Pasca lowongnya kursi kepala dinas sosial setelah Nur Rosyid Anang Kusuma meninggal awal April, ada dua jabatan setingkat yang menyusul kosong lataran pejabatnya memasuki usia pensiun.
Dua posisi kosong itu adalah kepala dinas lingkungan hidup (DLH) dan asisten administrasi umum. Sementara, akhir bulan ini Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Eko Yunianto juga memasuki masa purna tugas. (odi/isd)
Editor : Mizan Ahsani