JIWAN, Jawa Pos Radar Caruban – Siklus tahunan kembali terjadi mejelang Ramadan 1445 H. Harga sejumlah bahan pokok (bapok) di pasar tradisional kompak naik.
Di Pasar Sambirejo, Kecamatan Jiwan, misalnya. Harga telur ayam dan minyak goreng (migor) meroket sepekan terakhir.
“Naiknya bertahap. Normalnya sekitar Rp 25 ribu per kilogram, kemudian naik setiap hari, kadang Rp 500 sampai seribu Sekarang Rp 30 ribu per kilogram,” ungkap pedagang Pasar Sambirejo Sriyatun, Kamis (29/2).
Akibat tingginya harga telur ayam sejak tiga hari ini, Sriyatun mengalami penurunan omzet signifikan. Sebab, penjualannya menyusut drastis. “Biasanya satu peti isi 10 kilogram itu sehari habis, ini sampai tiga hari belum laku semua,” keluhnya.
Harga migor juga mengalami kenaikan sejak beberapa hari terakhir. Bahkan jenis Minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Seharusnya Rp 14 ribu per liter menjadi Rp 15 ribu.
Baca Juga: Pengantre Beras SPHP di Pasar Besar Ngawi Emosi Gegara Kertas Antrean Disobek Orang Tidak Dikenal
“Barangnya konsisten ada, tapi harganya tidak konsisten. Dulu Rp 151,500 per dus, sekarang Rp 180 ribu. Jadi, dijual sesuai HET tidak bisa, rugi kami,” kata Nur Eli Istiyadi, pedagang lainnya.
Hal serupa terjadi pada migor non-subsidi, harganya naik dari Rp 15 ribu per liter menjadi di atas Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu.
“Berharap pemerintah menormalkan kembali, sebab kalau bersamaan naik kami yang kesulitan, apalagi beras dan gula juga sudah tinggi,” ujarnya. (ryu/aan)