MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto tidak ingin RSUD Caruban kembali tergenang banjir saat hujan deras mengguyur.
Pasca sidak subuh pada Minggu (9/2) lalu, orang nomor satu di Bumi Kampung Pesilat tersebut langsung mengadakan evaluasi. Rumah sakit pelat merah tersebut perlu pembenahan.
‘’Dari hasil evaluasi kami perlu ada sedikit perbaikan drainase,’’ ungkap Hari Wur -sapaan akrab Hari Wuryanto.
Menurutnya pekerjaan pembangunan drainase yang ada belum memperhitungkan curah hujan yang tinggi. Sehingga saat curah hujan tinggi, debit air di luar prediksi.
Melampaui kemampuan drainase yang tersedia hingga muncul genangan.
Tepatnya di pintu penghubung atau doorloop dan parkiran belakang. ‘’Alhamdulillah tidak sampai menganggu pelayanan ke masyarakat,’’ tambahnya.
Hari Wur pun tidak mematok target kapan perbaikan tersebut dirampungkan. Meski begitu, pasangan Wakil Bupati dr Purnomo Hadi itu ingin perbaikan saluran drainase segera dilakukan.
Dia tidak ingin kejadian serupa terulang.
‘’Karena kami ingin memberikan layanan terbaik ke masyarakat,’’ tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, hujan deras selama beberapa jam menguyur Ibu Kota Caruban pada Sabtu (8/3) sore.
Akibatnya, RSUD Caruban sempat tergenang. Hari Wur pun menyempatkan sidak subuh untuk melihat kondisi rumah sakit.
Itu dilakukan untuk memastikan genangan air tidak sampai menganggu pelayanan ke masyarakat dan biang keladi munculnya genangan tersebut. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani