Jawa Pos Radar Madiun – Program satu rumah satu pohon segera terealisasi.
Pemerintah desa (pemdes) mulai menyiapkan anggaran lewat Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (P-APBDes).
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun, Sumanto, menyebut rata-rata desa mengalokasikan Rp 9–10 juta untuk pengadaan bibit dan kebutuhan lain.
Beberapa desa di Kecamatan Dolopo dan Pilangkenceng bahkan sudah bersiap memulai gerakan penanaman.
Program tersebut ditarget rampung dalam empat tahun.
Dengan anggaran desa, Sumanto optimistis target masih bisa tercapai.
“Setidaknya 20–25 persen program bisa terwujud di akhir tahun melalui P-APBDes. Apalagi kami juga sudah membagikan 4.500 bibit alpukat dan 4.600 bibit mangga ke kelompok tani,” ujarnya, Minggu (7/9).
Seperti diketahui, pemkab menetapkan alpukat dan mangga sebagai tanaman utama.
Selain produktif, kedua jenis itu cocok dengan karakteristik tanah di Kabupaten Madiun serta memiliki kandungan gizi tinggi. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto