Jawa Pos Radar Madiun – Upaya percepatan pengentasan stunting di Kabupaten Madiun terus digencarkan.
PT Indomarco Prismatama bekerja sama dengan PT Cussons Indonesia menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa posyandu massal bagi 165 balita di Kantor Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Selasa (11/11).
Manajer License PT Indomarco Prismatama Cabang Jombang, Nurhudin, menyebut Kabupaten Madiun menjadi daerah kedelapan yang dikunjungi dalam rangkaian CSR tahun ini.
Antusiasme masyarakat Sugihwaras, terutama para orang tua balita, dinilai cukup tinggi. Sejak pagi, mereka terlihat mengantre untuk mengikuti layanan posyandu.
Mulai pendaftaran, penimbangan, imunisasi, penyuluhan kesehatan, hingga pemberian makanan tambahan.
Selain pelayanan kesehatan balita, kegiatan ini juga diisi edukasi kesehatan ibu dan bayi.
Peserta memperoleh materi pijat Tulus Hati (Tuang, Usap, Elus, dan Hangatkan Buah Hati) serta penyuluhan kesehatan tumbuh kembang anak dari Puskesmas Saradan.
“Kami juga memberikan bantuan perlengkapan kesehatan dan fasilitas posyandu untuk Desa Sugihwaras,” ujar Nurhudin.
Kegiatan semakin meriah dengan pembagian doorprize bagi peserta.
Hadiah yang disediakan antara lain blender, kompor gas, kipas angin, timbangan bayi digital, serta berbagai hadiah menarik lainnya. Panitia juga mengumumkan pemenang lomba balita sehat yang digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Nurhudin mengapresiasi kesadaran masyarakat Saradan terhadap pentingnya kesehatan balita.
Pihaknya berharap kolaborasi ini membawa dampak positif sekaligus mendorong percepatan penanganan stunting.
“Semoga kegiatan posyandu bersama Indomaret bisa terus berkelanjutan,” ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Senior Brand Manager Cussons, S Yessica Savitri, turut menyampaikan dukungan terhadap kegiatan ini.
Menurutnya, Cussons berkomitmen memperhatikan kesehatan serta tumbuh kembang bayi dan anak karena mereka menjadi generasi penerus bangsa.
Melalui brand Cussons Baby, perusahaan ingin berkontribusi nyata terhadap masyarakat Indonesia, utamanya bagi ibu dan bayi.
“Di Desember 2024 lalu, kami meluncurkan Gerakan Tulus Hati (Tuang, Usap, Elus, Hangatkan Buah Hati) bekerja sama dengan PDPOTJI dan didukung Kementerian Kesehatan RI serta PKK Nasional. Gerakan ini merupakan edukasi terkait pentingnya penggunaan bahan alami pada lima momen penggunaan minyak telon, salah satunya rutinitas pijat bayi,” jelasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Heri Setyana, Camat Saradan Heri Kurniawan, Kepala Desa Sugihwaras Eko Sudarsono, serta Kepala Puskesmas Saradan dr Viky Anindya Satria. (osi/*)