Jawa Pos Radar Madiun – Belum ada titik terang penyebab pasti puluhan siswa di Kecamatan Mejayan yang keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jagung frozen dalam nasi goreng sempat diduga menjadi pemicu, namun hingga Jumat (5/12), hasil uji laboratorium belum turun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Heri Setyana menegaskan pihaknya belum menerima laporan resmi dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Masyarakat Surabaya.
Sampel sisa makanan MBG sudah dikirim akhir November lalu, namun hasilnya belum tersedia.
“Per 5 Desember ini, hasil uji laboratoriumnya belum keluar. Jadi kami harus tunggu itu,” ujarnya.
Proses pemeriksaan di BBLK biasanya membutuhkan waktu satu hingga dua minggu, tergantung antrean.
Dinkes sudah melakukan follow up, namun belum mendapat konfirmasi hasil.
“Terakhir kami cek, belum juga keluar. Kami tunggu pemberitahuan resmi,” tambah Heri.
Di sisi lain, dapur SPPG Cinta Anak Klecorejo tetap diberhentikan sementara.
Tidak ada kegiatan memasak maupun distribusi MBG ke sekolah mana pun sejak kejadian 27 November lalu.
“SPPG sampai sekarang belum beroperasi lagi. Menunggu hasil uji lab keluar dan SLHS (sertifikat laik higiene sanitasi) terbit terlebih dahulu,” jelasnya.
Kasus keracunan tersebut menyebabkan 52 siswa dari SDN Klecorejo, SDN Dermorejo 1, dan SDN Kebonagung 2 harus dilarikan ke Puskesmas Klecorejo.
Sebagian lainnya dirujuk ke RSUD Caruban karena mengalami muntah, mual, dan diare.
Heri memastikan pengawasan dapur-dapur SPPG kembali diperketat sembari menunggu kepastian hasil laboratorium.
’’Kami tetap melakukan pembinaan agar hal serupa tidak terulang,’’ pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto