MADIUN – Program pembelajaran luar ruang bertajuk Masyarakat Terdidik, Cerdas, dan Terampil (Master Cete) dipastikan mulai berjalan efektif pada Januari 2026.
Program ini menjadi bagian dari transformasi pembelajaran di Kabupaten Madiun dengan memanfaatkan ruang publik sebagai sumber belajar siswa.
“Mulai Januari ini, tahun anggaran 2026, langsung kami jalankan berdasarkan hasil evaluasi uji coba,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Agus Sucipto.
Pada tahap awal, pelaksanaan outdoor learning Master Cete menyasar siswa jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.
Kegiatan akan dilaksanakan secara bergilir dengan melibatkan seluruh sekolah, meski penjadwalan masih bersifat dinamis.
“Kemarin baru beberapa sekolah untuk uji coba, nanti Januari seluruh sekolah terlibat, tinggal finalisasi jadwalnya,” ujar Agus Sucipto yang akrab disapa Gus Cip.
Lokasi pembelajaran luar ruang disiapkan di lebih dari 25 titik.
Tidak hanya objek wisata, tetapi juga mencakup kawasan perdagangan, rumah ibadah, situs sejarah, hingga area cagar budaya.
Menurut Gus Cip, seluruh ruang publik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual.
“Masjid, pendopo, cagar budaya itu semua sumber belajar. Bahkan kolam renang desa atau sarana olahraga juga bisa, supaya UMKM desa ikut hidup,” jelasnya.
Untuk jadwal pelaksanaan, outdoor learning Master Cete digelar empat hari dalam sepekan, yakni Senin hingga Kamis.
Setiap sekolah mengirim satu sampai dua kelas yang digabung dengan sekolah lain di satu lokasi pembelajaran.
“Jumat sampai Minggu kami biarkan untuk kunjungan masyarakat umum. Kalau sudah stabil, SMA dan SMK juga akan kami libatkan,” imbuhnya.
Pada fase awal, program ini khusus diperuntukkan bagi jenjang SD dan SMP.
Evaluasi akan dilakukan secara bertahap pada bulan ketiga, keenam, dan kesembilan sebagai dasar pengembangan program ke jenjang pendidikan lain.
“Kalau sudah memungkinkan, PAUD nanti kami libatkan. Evaluasi ini penting untuk penyempurnaan kalau ada kendala,” terang Gus Cip.
Sebelumnya, uji coba outdoor learning Master Cete telah dilakukan di tiga lokasi pada 15 Desember lalu, yakni Madiun Umbul Square (MUS), Monumen Kresek, dan Waduk Bening Widas.
Dari hasil uji coba tersebut, terdapat sejumlah catatan perbaikan, terutama terkait kedisiplinan waktu serta kesiapan sarana dan prasarana di lokasi.
“Masalah rundown dan kesiapan tempat jadi catatan. Tapi secara umum anak-anak sangat menikmati,” ungkapnya.
Antusiasme siswa menjadi salah satu indikator awal keberhasilan program ini.
Berdasarkan testimoni peserta, banyak siswa berharap kegiatan pembelajaran luar ruang dapat dilakukan lebih sering karena dinilai lebih menyenangkan.
“Student well being itu benar-benar kena. Anak-anak senang, ikhlas, belajar tempo tinggi tapi tidak terasa,” tuturnya.
Dari sisi masyarakat, program Master Cete juga dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi lokal.
Sejumlah warga berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung secara rutin dan berkelanjutan.
“Masyarakat minta jangan program selesai ya selesai. Mereka ingin ini rutin karena ekonomi benar-benar bergerak,” tambahnya. (odi/her)
Editor : Hengky Ristanto