Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ramadan Tiba, Pemkab Madiun Intensifkan Patroli Cegah Perang Sarung dan Geng Motor

Loditya Fernandes • Minggu, 22 Februari 2026 | 22:00 WIB

PATROLI: Petugas mengamankan remaja yang terindikasi melakukan perang sarung dalam operasi keamanan Ramadan tahun lalu. FOTO: ISTIMEWA
PATROLI: Petugas mengamankan remaja yang terindikasi melakukan perang sarung dalam operasi keamanan Ramadan tahun lalu. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Kerawanan yang melibatkan remaja selama Ramadan 1447 Hijriah diantisipasi Pemkab Madiun.

Terutama aksi perang sarung dan potensi munculnya geng motor.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, aktivitas remaja yang awalnya sekadar bermain berpotensi berubah menjadi tindakan berbahaya jika tidak diawasi.

’’Anak-anak kadang ingin bersukaria, tapi salah menggunakan, seperti perang sarung. Itu yang perlu diantisipasi. Jangan sampai niatnya bermain justru membahayakan,’’ ujarnya, Minggu (22/2).

Pemkab bersama kepolisian dan TNI mengintensifkan patroli gabungan dengan menyisir titik rawan pada malam hingga dini hari menjelang sahur.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah aksi perang sarung maupun aktivitas kelompok remaja yang berpotensi berkembang menjadi geng motor.

Menurut Hari, perang sarung yang awalnya dianggap permainan dapat memicu perkelahian hingga menimbulkan korban.

’’Kerawanan itu pasti ada, termasuk kemungkinan geng motor. Dengan patroli ini insya Allah bisa mengurangi kegiatan tersebut,’’ tegasnya.

Pengawasan difokuskan pada lokasi yang kerap menjadi titik kumpul remaja, seperti jalanan, ruang publik, dan pusat keramaian.

Pemkab ingin memastikan tidak ada aktivitas yang mengarah pada pelanggaran hukum maupun gangguan ketertiban umum.

Bupati juga mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama pada malam hari dan waktu sahur.

’’Mari taati aturan dan bersama-sama menjaga kondusivitas daerah,’’ tuturnya.

Ramadan tahun lalu, Polsek Geger sempat membubarkan sekitar 50 remaja di simpang empat Dusun Sedoro, Desa Kaibon, Kecamatan Geger sekitar pukul 02.00.

Mereka diduga hendak melakukan perang sarung yang direncanakan melalui media sosial. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#geng motor Madiun #remaja Madiun #Patroli gabungan TNI polri #madiun #perang sarung madiun #ketertiban masyarakat Ramadan #keamanan Ramadan #patroli Ramadan Madiun