Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pasar Tradisional di Madiun Butuh Perbaikan, Anggaran Belum Tersedia

Loditya Fernandes • Kamis, 12 Maret 2026 | 17:40 WIB

Kondisi salah satu pasar tradisional di Kabupaten Madiun yang membutuhkan perbaikan fasilitas. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Kondisi salah satu pasar tradisional di Kabupaten Madiun yang membutuhkan perbaikan fasilitas. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

MADIUN – Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Madiun membutuhkan perbaikan fasilitas.

Namun rencana tersebut belum dapat direalisasikan tahun ini karena tidak adanya anggaran pemeliharaan.

Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun menyebut keterbatasan anggaran menjadi penyebab utama tertundanya perbaikan pasar.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperdagkop-UM Kabupaten Madiun Erni Suryani mengatakan hingga kini belum tersedia alokasi dana pemeliharaan pasar pada tahun anggaran berjalan.

“Kalau untuk perbaikan pasar tahun ini kita belum ada anggaran. Memang ada anggaran khusus untuk PCB (Pasar Caruban Baru), tapi itu masih menunggu keputusan dari hasil kajian,” ujarnya.

Menurut Erni, kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya ketika Disperdagkop-UM masih memiliki anggaran sekitar Rp300 juta untuk pemeliharaan delapan pasar tradisional.

Delapan pasar yang mendapatkan perbaikan saat itu meliputi Pasar Saradan, Pasar Sayur, Pasar Caruban Baru, Pasar Mejayan, Pasar Sukolilo, Pasar Mlilir, Pasar Pagotan, dan Pasar Dolopo.

Perbaikan yang dilakukan antara lain normalisasi drainase serta perbaikan talang air di area pasar.

“Perbaikan yang dilakukan waktu itu meliputi netralisasi drainase dan perbaikan talang di area pasar,” jelasnya.

Erni menambahkan kebijakan efisiensi anggaran membuat pos pemeliharaan pasar tidak tersedia pada tahun ini.

Akibatnya berbagai usulan perbaikan yang diajukan pedagang harus menunggu ketersediaan anggaran.

Termasuk perbaikan Pasar Sayur Caruban yang sempat dikeluhkan pedagang kepada bupati saat kunjungan pemantauan harga dan ketersediaan pangan beberapa waktu lalu.

“Kemungkinan nanti kalau ada anggaran bisa diajukan di APBD Perubahan,” katanya.

Ia menjelaskan setiap pengelola pasar sebenarnya rutin mengajukan proposal pemeliharaan sejak awal tahun.

Salah satu pasar yang menjadi prioritas adalah Pasar Sayur Caruban yang membutuhkan perbaikan talang bocor dan normalisasi drainase.

“Pasar Sayur sebenarnya menjadi salah satu yang diprioritaskan karena talangnya bocor dan drainasenya perlu dinormalisasi,” ungkapnya.

Selain itu, Pasar Pagotan dan Pasar Dolopo juga mengusulkan perbaikan serupa pada talang serta saluran air.

Namun rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

“Sebenarnya banyak yang ingin dianggarkan tahun ini, seperti Pagotan dan Dolopo, tapi karena efisiensi akhirnya belum bisa,” tambahnya.

Sambil menunggu kemungkinan tambahan anggaran, beberapa perbaikan kecil dilakukan secara swadaya oleh para pedagang agar aktivitas jual beli tetap berjalan lancar.

“Untuk sementara kalau ada kerusakan kecil biasanya dilakukan secara swadaya oleh pedagang,” tandas Erni. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#ekonomi madiun #pasar caruban baru #pedagang pasar madiun #Disperdagkop Madiun #madiun #perbaikan pasar Madiun #pasar tradisional madiun